Infomalukunews.com, Ambon,- Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengambil langkah cepat menyikapi kabar mundurnya PT Spice Islands Maluku (PT SIM) dari proyek investasi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Orang nomor satu di Maluku ini akan memanggil Bupati SBB, Asri Arman, bersama jajaran perangkat daerah terkait untuk menggelar rapat klarifikasi di Kantor Gubernur, Kamis (14/8/2025).
Pemanggilan itu merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang dikirim PT SIM kepada Bupati SBB. Dalam surat tersebut, perusahaan menyatakan permintaan agar dikeluarkan pernyataan resmi bahwa rencana investasi di SBB tak bisa dilanjutkan. Keputusan itu dipicu lambatnya penyelesaian konflik lahan dengan Dusun Pelita Jaya, Kecamatan Kawa, yang hingga kini belum memiliki kepastian hukum.
Ditemui di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (13/8/2025), Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa Pemprov Maluku akan berupaya mempertahankan keberlangsungan investasi tersebut.
“Besok saya panggil langsung Bupati, Ketua DPRD, dan OPD terkait seperti Dinas PTSP. Kita akan duduk bersama mencari tahu alasan di balik ancaman PT SIM untuk hengkang dari SBB,” ungkapnya.
Lewerissa mengungkapkan, sebelumnya ia bersama jajaran Forkopimda Maluku telah turun langsung ke lokasi untuk berdialog dengan berbagai pihak, mulai dari manajemen perusahaan, para pekerja, tokoh adat, tokoh agama, hingga masyarakat sekitar.
“Pemerintah provinsi berdiri di belakang setiap investasi yang tertib aturan, punya etika, dan bertanggung jawab. PT SIM ini bukan hanya soal perusahaan, tetapi juga menyangkut masa depan lapangan kerja dan perekonomian daerah,” tegasnya.
Menurutnya, investasi adalah kunci dalam menciptakan peluang kerja dan menekan angka kemiskinan di Maluku. Karena itu, pemerintah wajib menciptakan iklim investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan.
“Kalau investasi yang masuk tidak kita jaga, bagaimana kita bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran? Saya percaya, dengan komunikasi yang baik, PT SIM akan tetap bertahan di SBB,” pungkas Gubernur optimistis.(IM-VLL)







