InfomalukuNew.com,Ambon 1/6/2025- Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakilnya Abdullah Vanath, 100 hari kerja dinilai Gagal total.
Harapan masyarakat Maluku kepada mereka berdua pada saat kampanye semua sia-sia.
hal ini di katakan ABD Halil Hatala, ketua Wilayah Rampas Setia 08 maluku kepada Media infomalukuNew.com Ambon 1/6/2025.
“Dengan logat ambon, Boss e’ katong orang maluku tidak butuh pemimpin yang Asal janji pada saat kampanye, tapi harus dibuktikan dengan kerja nyata, apa yang mereka berdua lakukan selama ini? non sense. faktanya belum terlihat yang bisa dilakukan mereka berdua di 100 hari kerja ini.
Alih-alih menggunakan kapasitasnya selaku Gubernur, Hendrik Lewerissa malah membiarkan konflik terjadi di banyak tempat.
Sebut saja konflik antara Tial dan Tulehu, atau Kailolo dan Kabau.
Padahal visi-misinya mereka berdua adalah membuat Maluku lebih sejahtera.
Tapi hal itu sepertinya tidak dilakukan.
Faktanya, 100 hari pemerintahan mereka belum terlihat ada hasil. “Ini kan sama artinya seperti kejar ikan sembilan saja, ikan bisa. Dibuang sayang diambil juga sapa yang mau makan,” ujar Abdul Halil Hatala dengan senyum kecut.
Sebut saja satu di kampung Negeri Lima, satu lagi di Negeri Kailolo. Sebagai pemimpin seharusnya Hendrik bawa uang dari pusat untuk membangun Maluku.
Sampai di sini terlihat jelas kalau gubernur dan wakilnya itu tidak pandai melihat peluang untuk bangun Maluku agar lebih baik kedepannya.
Padahal kedua orang ini, sebenarnya punya kemampuan berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk melobi, mengingat Hendrik pernah menjadi Anggota DPR-RI dan Abdullah Vanath mantan Bupati SBT dua periode.
Satu contoh saja, alih-alih menerima proposal, Menteri Perikanan malah menolak lumbung ikan nasional.
Faktanya hari ini bahwa Maluku lagi sakit. Katorang miskin bos e, ini yang dorang dua harus paham,” katanya.
“kata halil anehnya juga Hendrik Merasa keberatan Untuk Membayar Hutang SMI yang ditinggalkan Mantan Gubernur murad ismail, ini kan lucu sekali, Bos e, beta ingatkan saja bahwa semua provinsi di indonesia ini setiap pergantian gubernur, maupun bupati, walikota, sampai presiden, tetap ada tinggalkan hutang. tegasnya






