Infomalukunews.com,Dobo- Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Dobo melaksanakan silaturahmi dengan Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Timo Kaidel.
Dalam silaturahmi tersebut, ada beberapa poin pembicaraan yang disampaikan oleh ketua Cabang GMKI Dobo, Marko Karelau.
Sebelum menyampaikan ber-bagai pikiran, GMKI memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah terhadap beberapa kebijakan yang ditempuh.
GMKI Dobo juga siap untuk mengawal jalan-nya Pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Timo Kaidel.
Ketua GMKI Dobo, Marco Karelau, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa, masyarakat Aru sebenarnya butuh sentuhan langsung dari Pemerintah Daerah.
Ada beberapa poin penting yang disampaikan GMKI dalam ruang diskusi bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Aru. Termasuk status Kampus PSDKU Aru, yang sesuai realita pemberian dana hibah dari Pemda kepada pengelola kampus PSDKU sangat besar, tetapi tidak sesuai Aru ekspektasi.
Dalam pembicaran tersebut, respon dari Bupat Kaidel adalah akan kdi tinjau kembali terkait pemberian dana kepada Kampus PSDKU Aru, karena Dana yang diluncurkan cukup besar tapi tidak sesuai yang diinginkan.
selain Kampus PSDKU, Pemerintah Daerah juga mendapat masukan terkait lapangan Yosudarso.
Dimana lapangan tersebut harusnya di manfaatkan untuk pengembangan minat dan bakat anak-anak muda Aru.
Berdayakan Tribun Lapangan Yos Sudarso seperti yang dahulu ada seperti tempat voli, bola kaki, dan lainnya.
Selanjutnya ltanggung jawab Pemerintah daerah sekarang adalah sediakan tempat kerja untuk anak-anak muda Aru sesuai dengan ketrampilan masing-masing.
Bupati Kaidel merespons dengan baik, dengan menyatakan bahwa, lapangan Yosudarso akan di bongkar untuk dijadikan Icon Daerah.
Sedangkan semua jenis olahraga akan di GOR. Gor diperbaiki biar semua aktifitas olahraga ditertibkan disatu tempat. Kata Bupati.
GMKI juga telah mengusulkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk sama-sama pikirkan satu konsep untuk mengatasi anak-anak muda (dibawah umur) untuk tidak berkeliaran di jam sekolah.
GMKI berharap agar Bupati Kabupaten Kepulauan Aru bisa membentuk satu team Berkordinasi dengan pihak Kepolisian, Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan lain-lain.
Dalam diskusi lanjut GMKI sempat menanyakan terkait perkembangan Isu tunjangan Guru yang sementara jadi pembicaraan dimasyarakat.
respon dari Bupati adalah tidak mau fokus untuk kepemimpina periodesasi yang lalu, bagaimana mau utamakan visi misi saya atau fokus untuk bayar utang.
Terkait penataan kota, khususnya yang sementara berjualan di pinggir jalan (pasar Buah-buahan Namajala), Itu juga harus ditertibkan biar tidak kelihatan amburadul dalam kota ini.
Pesan Bupati adalah n masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, tetap tenang, kita masi dalam fase membenahi seluruh stakeholder yang sementara terjadi untuk bisa berjualan-nya keberlangsungan kebutuhan masyarakat. Ujar Bupati Aru.(IM-DW)






