IM-AMBON.’ — Proyek pembangunan Base Transciever Station (BST) 4G atau tower pemancar jaringan yang dibangun oleh Pemerintah Pusat dalam ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI di seluruh Provinsi di Indonesia.
Pembangunan tower 4G ini tersebar di 2.700 desa di sejumlah titik di tanah air, dengan nilai kontrak sebesar Rp 7.5 Terliun yang di kerjakan oleh PT FiberHome Technologies tahun 2021 di antaranya Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
Untuk Provinsi Maluku mendapat 456 unit, sedangkan Maluku Utara mendapat 357 unit. Provinsi Maluku yang terbagi di beberapa Kabupaten di Maluku, di antaranya Kabupaten Buru Selatan (Bursel) 61 titik, Kabupaten Buru 28 titik, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 26 titik, Kabupaten SBT 147 titik, Kabupaten Malteng 22 titik, Kabupaten KKT 40 titik, dan Kabupaten MBD 82 titik.
Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Gafar Bahta, menyampaikan bahwa,
sangat mengaprisiasi atas kerja-kerja Kominfo sehingga di wilayah Maluku masyarakatnya bisa menikmati jaringan 4G, ujar Bahta kepada Infomaluku.news, Senin (27/6/2022).
Kata Bahta, akan tetapi pihak kementrian Kominfo tidak memberikan manfaat dalam hal ingkam untuk Pemerintah di daerah-daerah yang ada di Maluku, ujarnya.
Pemerintah di daerah Maluku sudah memberikan IMB untuk pendirian tower-tower di daerah Maluku tanpa biaya, sampai menghibahkan tanah untuk kepentingan masyarakat, tapi kenapa pemerintah pusat dalam hal kementrian tidak memberikan ingkam untuk pemerintah daerahnya.
Seharusnya wajib hukumnya ketika pembangunan masuk di suatu wilayah harus ada Ingkam daerah, sehingga daerah juga bisa mendapat manfaat, ujarnya Bahta.
Bahta menambahkan, Padahal proyek tower-tower ini memakai uang negara, karena ini uang negara maka harus ada ingkam untuk daerah di Maluku.
Pemerintah (Pempus) Pusat dalam hal ini Kementrian Kominfo harus transparan atau terbuka terkait pengelolaan proyek tower-tower tersebut.
“Kalau tidak ada dari pempus dalam hal ini Kementerian Kominfo, maka kami akan melakuan aksi terbuka untuk menyampaikan ke publik terkait proyek-proyek menara yang di bangun di Maluku”, pungkasnya (IM03)







