IM — PIRU.’ — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat, John Tahya Diduga melakukan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) bagi seluruh SD dan SMP tahap pertama di Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2022.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Barat, Alan Hehanussa, mendesak agar dugaan korupsi dana Bos pada Dinas Pendidikan SBB agar pihak penegakan hukum harus lebih serius dan konsen dalam membuka segala bentuk dan metode korupsi yang dilakukan pada Dinas Pendidikan tersebut, ujar Hehanussa kepada Infomaluku.news via Whatssap, Senin(13/6/2022).
Karena pendidikan merupakan bagian penting dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) khsusnya di Kabupaten yang di juluki Saka Mese Nusa ini.
Dugaan korupsi yang hari ini di perbincangkan di publik harus lebih progres proses hukum agar tidak menjadi anasir-anasir liar di masyarakat.
Selain itu, Hehanussa katakan, dugaan pungli yg terjadi pada sekolah-sekolah di Seram Bagian Barat juga sangat tidak elok dan bermartabat bagi Dinas yg dianggap vital diantara Dinas – dinas yang lainnya.
“Oleh karena itu, ia mendesak Kejari SBB agar serius dalam membuka bentuk kejahatan korupsi pada Dinas Pendidikan maupun Dinas – dinas lainya. Ini pekerjaan yang harus di lakukan oleh Kejari SBB untuk menemukan aktor – aktor intelektual di balik dugaan korupsi dana Bos di seluruh SD dan SMP tersebut”, tutupnya Hehanussa.(IM03)







