IM-Piru, Sudah Satu minggu, Sejak 23 Agustus 2023 Tenaga Dokter Spesialis RSUD Piru, Melakukan Mogok Kerja yang berakibat pada lumpuhnya Pelayanan Kesehatan Rawat Jalan, Dan Rawat ngiap Di RSUD Piru, Kab. Seram Bagian Barat.(29/08/2023).
Akibat dari tidak di bayarkannya hak – hak tenaga Medis, terhitung sejak Bulan januari, sampai dengan agustus 2023, sehingga menjadi dasar Para Dokter Spesialis tersebut melakukan Mogok Kerja, dengan di sertai dengan pernyataan sikap, yang di tandatangani oleh Para dokter Spesialis, dan di tempelkan di Depan Pintu Masuk UGD RSUD Piru.
PERNYATAAN SIKAP :
Kami Dokter Spesialis Rumah Sakit Umum Daerah Piru, menyatakan sikap untuk tidak
melakukan kegiatan spesialistik (poliklinik, rawat jalan, dan rawat inap), berdasarkan beberapa
poin tuntutan sebagai berikut:
- Keterlambatan pembayaran insentif dalam 8 bulan terakhir. (Bulan Januari 2023 sampai
Bulan Agustus 2023) - Rencana pemberian TPP untuk menggantikan insentif dengan besaran yang turun sekitar 50%, sehingga kami menolak pemberian, dalam bentuk TPP dan pemberian dikembalikan
dalam bentuk insentif. - Pemberian TPP seharusnya diberikan dengan besaran yang sama, seperti insentif yang
diberikan sebelumnya, sesuai dengan Perbup yang berlaku.
Oleh karena tuntutan ini tidak terpenuhi maka, kami dokter Spesialis RSUD piru, akan
menghentikan pelayanan spesialistik untuk sementara, sejak tanggal 23 Agustus 2023 sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Berikut daftar layanan poliklinik yang ditutup sementara:
SARAF, PARU, BEDAH, PENYAKIT DALAM, ANAK, JANTUNG, ANESTESI, BEDAH MULUT, ENDODONSI, PATOLOGI KLINIK, dan RADIOLOGI.
Pernyataan sikap ini di tanda tangani oleh Para dokter Spesialis, yang bekerja di RSUD Piru, sebagai bukti Protes atas Kebijakan Pemerintah daerah sebagai Pengelola RSUD Piru di Antaranya :
dr. Roy Gerald Matahelumual M. Biomed, Sp.N, Spesialis Saraf,
dr. Linda Aprilia Rolobessy, Sp.P, Spesialis Penyakit Dalam,
dr. Kelik Wagiyanto, Sp.B, FINACS, Spesialis Bedah, dr. Lely Diniyati Pawa, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam,
dr. Sylphana A.Lawalata, Spesialis Anak, Sp.A,
dr. Ronald R. Hehanusa, Sp.JP Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah,
dr. Very Guruh
Putra, Sp. An Spesialis Anastesi dan Reanimasi,
drg. R. Harry Triwijaya, Sp. BM Spesialis Bedah Mulut,
drg. Wigiarti, Sp. KG Spesialis Konserfasi Gigi,
dr. Yunianingsih Selanno, Sp.PK Spesialis Patologi Klinik
dan dr. Frieliany Febbry Bato, Sp.Rad Spesialis Radiologi.
Total Dokter Spesialis yang melakukan mogok kerja adalah, Sebanyak 12 orang tenaga dokter, aksi mogok kerja ini akan terus di lakukan sampai Waktu yang tidak di tentukan.
Kepada Media ini, dr. Krisbianto M.Kes, membenarkan aksi mogok yang di lakukan oleh para Dokter Spesialis tersebut, dirinya mengakui kalau sampai dengan saat ini Hak – Hak Para Dokter belum terbayarkan selama delapan bulan, sejak bulan januari sampai dengan Agustus 2023 “
Aksi mogok yang di lakukan sejak 23 agustus kemarin, yang menjadi dasar sehingga para dokter melakukan aksi mogok ini adalah, Insntif mereka di ganti dengan TPP, namun ada pengurangan sampai dengan 50%, selain itu ada jasa lainnya yang belum di bayarkan terhitung sudah Delapan Bulan.”
Ujar Kristianto saat di temui di ruangannya.
“Janjinya hari senin kemarin akan ada pertemuan, antara sekda Kab.SBB Leverne Alvin Tuasuun, dengan pihak managemend RSUD dan Para Dokter Spesialis, namun karena ada kendala sehingga di tunda untuk hari ini, untuk membicarakan persoalan yang sedang terjadi untuk di carikan solusinya”.lanjudnya
“Terkait dengan pelayanan RSUD, akibat dari aksi mogok tersebut, baik pasien rawat jalan, maupun rawat nginap, yang dapat di layani hanyalah pasien dengan BPJS, Maupun Jasa Umum hanyalah pealyanan kebidanan dan Ibu hamil, serta pasien umum lainnya, tetapi apa bila jika ada pasien yang gawat darurat maka langsung kami rujuk”. Ucap Krisbianto.
Saat di konfirmasi oleh media infomalukunews.com. dan langsung mendatangi Direktur RSUD Piru, dr. Johan Selanno.S.pog, maupun sekertaris RSUD Piru, Oktavianus Leha, tidak berada di tempat, bahkan Sempat di Hubungi oleh Sekertaris Direktur Lesly Rahananten, Handpone Oktafianus Leha tidak Dapat di hubungi.(IM.KR).






