Infomalukunews,com. Benjina- Bupati Timotus Kaidel secara resmi menutup Pelayanan Medis Gratis Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II, yang telah operasi dua bulan di desa Benjina. Kegiatan penutupan berlangsung Pada Senin 2 Maret 2026, jam 10.30 WIT.
Kegiatan penutupanan RSA tersebut dihadiri oleh Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert Sihite bersama Istri, Danlanal Aru Letkol Prasetyo Agus Hariadi bersama Istri, Ketua TP PKK Ny Claudia I Kaidel, Staf Ahli Bupati, Asisten Setda, Kabag Umum Setda Aru, Ronny Wakim, Staf Bagian Protokoler Setda Aru, Pimpinan Cabang BPJS, dan undangan lainnya.

Bupati dan rombongan dari kota Dobo menuju Benjina menggunakan Kapal Cepat Jargaria.
Sementara itu, Camat Aru Tengah Pieter Kalorborbir bersama tim medis RSK dan staf ABK telah menunggu di atas kapal apung untuk acara penutupan.
Dalam acara penutupan tersebut dr Li Agustina Darmawan selaku Direktur melaporkan bahwa, RSK NW II operasi selama 8 Minggu ( 2 bulan ) di Benjina kecamatan Aru Tengah dengan lancar hingga akhir.
” Pada kesempatan kali ini izinkan saya menyampaikan laporan bahwa dari pelayanan medis yang sudah kami lakukan selama 8 minggu di desa Benjina pelanggan medis yang kami lakukan adalah total penerima manfaat (pasien) yang di layani sebanyak 5.445 kunjungan, dan dilayani oleh 20 orang relawan yang merupakan petugas medis spesialis yang tergabung dari spesialis penyakit dalam, anak kandungan, bedah dan anestesi.
Dengan total pasien yang dioperasi sebanyak 233 pasien, terdiri dari 175 operasi mayor, 58 operasi minor, poli spesialis sebanyak 794, orang, 298 n poli umum, 640 kunjungan poli gigi, serta total melayani 3 kelahiran di atas kapal, yang mana satu merupakan kelahiran Sesar, dan 2 kelahiran normal.

Masih kata dr Darmawan, kegiatan promosi kesehatan menghadirkan 165 pelajar, mereka mengikuti kegiatan peserta dokter kecil, kemudian 9 bidan mengikuti pelatihan ANC, 8 bidan mengikuti pelatihan USG serta 14 bidan mengikuti pelatihan Bonels dan juga 581 peserta penyuluhan kesehatan. Kata dr Agustina Darmawan.
Lanjut dr Darmawan, pencapaian ini tidak dapat terlaksana tanpa bantuan dan dukungan dari bapak dan ibu sekalian.
Saya (dr Darmawan) mewakili Yayasan dokter Share mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas seluruh bantuan dan dukungan yang kami terima hingga medis ini dapat terlaksana. Ucapan terimakasih dari Pemerintah daerah khususnya Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel hingga seluruh instansi terkait kami mengucapkan terima kasih,
dr Darmawan juga menyampaikan terimakasih kepada Camat Aru Tengah yang sudah banyak berkontribusi dalam menopang pelayanan tim Rumah Sakit Kapa (RSK) selama di Benjina, kemudian Puskesmas dan Polsek benjina yang selama pelayanannya langsung memberi banyak dukungan mulai dari dukungan air bersih, kemudian transportasi pengamanan selama pelayanan medis dan juga bantuan selama proses rujukan yang kami lakukan dan kami juga mengucapkan terima kasih banyak atas antusias masyarakat karena walaupun masyarakat banyak yang harus menempuh perjalanan panjang tapi tidak menyurutkan niat masyarakat untuk tetap berobat di rumah sakit kapal apung.
Semoga pelayanan medis yang kami lakukan dalam waktu singkat ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat khususnya di Kepulauan Aru.
dr Darmawan juga menyampaikan terima kasih juga untuk seluruh relawan spesialis, para staff dan seluruh ABK yang sudah berkontribusi selama kegiatan pelayanan medis ini berlangsung.
Sementara itu, Bupati Timotius Kaidel sebelum menutup pelayanan RSK di Benjina mengatakan, dalam 2 bulan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Kapal ( RSK) banyak membantu terutama dalam bidang kesehatan, Pemerintah Daerah sangat bersyukur dan berterima kasih kalau data-data yang tadi disampaikan bahwa selama 2 bulan ada 5.445 pasien yang berobat di rumah sakit apung ini dilayani dengan baik.
Masih kata Kaidel, populasi masyarakat Aru ada 100 ribu jiwa lebih, berarti ada 5% penduduk yang dirawat di Rumah Sakit Apung.
Untuk itu Bupati Kaidel menyampaikan banyak terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh tim kesehatan dan kru Rumah Sakit Kapal (RSK) yang sudah melayani masyarakat Aru secara sukarela dan gratis.
Bupati akui akibat efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat pelayanan Kesehatan termasuk pendidikan mengalami kendala di kabupaten Kepulauan Aru contohnya kadang ada Puskesmas tapi tidak ada Obat, atau ada obat tetapi tidak ada tenaga medis dan ini di alami di kabupaten Aru.
Bupati juga akui akan mengevaluasi pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Kepulauan Aru. Diakui ada oknum tenaga medis ASN yang tidak bertugas dan akan ada PTDH.
” Kita tahun 2026 ini akan ada tindakan disiplin bagi pegawai ASN Kesehatan dan Pendidikan yang tidak jalankan tugasnya dengan baik” kata Bupati.
Pantauan media ini kegiatan penutupanan pelayanan RSK Waluya II berjalan dengan baik. Selanjutnya kapal kesehatan tersebut akan melakukan misi kemanusiaan selanjutnya di Kabupaten Maluku Tenggara (Kei Besar).(IM/DW)







