Saadiah Uluputty Soroti Penataan Kawasan Hutan dan Perikanan di Maluku.

- Publisher

Tuesday, 25 March 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com, Ambon–Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, menyoroti pentingnya penataan kawasan hutan dan perikanan yang selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Selasa (25/03/25)

Dalam keterangannya, Anggota Komisi IV DPR ini menjelaskan bahwa penentuan kawasan hutan tidak bisa dipisahkan dari proses tata ruang wilayah yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten.

“Pemerintah kabupaten memiliki kewenangan administratif untuk mengusulkan batas-batas wilayah kepada pemerintah pusat, termasuk dalam penetapan zona konservasi. Oleh karena itu, jika ada keberatan dari warga karena wilayah mereka masuk dalam zona produksi atau konservasi, hal tersebut masih dapat dikomunikasikan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang ada,” urai Saadiah.

Politisi PKS ini menegaskan bahwa hutan konservasi tetap dapat dimanfaatkan untuk fungsi sosial dan produksi sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Jika masyarakat menghendaki perubahan zona menjadi hutan produksi atau hutan adat, mereka dapat mengajukan aspirasi melalui pemerintah kabupaten atau melalui perwakilan rakyat seperti dirinya untuk diteruskan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kami siap memperjuangkan aspirasi ini dalam komunikasi dengan kementerian terkait. Namun tentu semuanya harus dilakukan dengan prosedur yang tepat, karena ini menyangkut kepentingan jangka panjang masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Tak hanya terkait kawasan hutan, Saadiah juga menyoroti persoalan kebijakan pendaratan ikan yang masih menjadi tantangan di Maluku. Ia menyampaikan bahwa sejumlah regulasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, termasuk yang terbaru soal penangkapan ikan terukur, belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan daerah.

Wakil rakyat Indonesia Timur ini menerangkan, dalam rapat kerja dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, ia telah menyampaikan agar kebijakan tersebut tidak diterapkan secara tergesa-gesa tanpa memperhatikan kesiapan infrastruktur dasar seperti dermaga. Menurutnya, jika dermaga tidak memenuhi standar, maka kapal-kapal besar tidak bisa melakukan aktivitas pendaratan secara maksimal.

Anggota Badan Anggaran DPR ini menyoroti pentingnya menjadikan Ambon sebagai pusat kawasan industri perikanan terpadu yang terintegrasi, namun hal itu memerlukan percepatan dalam penyiapan lahan, desain kawasan, hingga payung hukum yang tepat.

Saadiah mendorong agar pemerintah daerah segera bergerak cepat dan meminta agar program tersebut dapat masuk dalam skema Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga ada jaminan anggaran dan dukungan lintas sektor.

“Kami sudah berkomunikasi dengan gubernur terpilih, dan berharap agar semua pihak bisa duduk bersama, bergerak bersama, karena jika kita bersatu, maka perjuangan kita akan semakin kuat untuk Maluku,” pungkas Saadiah Uluputty. (IM-06)

Berita Terkait

Sinergi Kodaeral IX Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon
Pangdam XV/Pattimura Terjun Langsung Bantu Korban Erupsi Gunung Dukono
Lebih Praktis dan Aman: BRI Ambon Sosialisasikan BRIVA dan Beragam Layanan di GPM Kairatu
Wali Kota Ambon Tegas: Melarang Warga Bangun Rumah di Lereng Bukit Rawan Bencana  
Nahkodai PASI Maluku, Levi Targetkan Pembinaan Atlet Lebih Maksimal
Estafet Kepemimpinan Kejari Tanimbar Resmi Beralih ke Krisnandar
Kapolda Maluku Tegaskan Dukungan Penuh Pengamanan Sensus Ekonomi BPS
Pelayanan Jemaah Haji Maluku 2026 Dinilai Berjalan Optimal
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 10 May 2026 - 19:00 WIT

Sinergi Kodaeral IX Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon

Sunday, 10 May 2026 - 12:50 WIT

Pangdam XV/Pattimura Terjun Langsung Bantu Korban Erupsi Gunung Dukono

Sunday, 10 May 2026 - 10:55 WIT

Lebih Praktis dan Aman: BRI Ambon Sosialisasikan BRIVA dan Beragam Layanan di GPM Kairatu

Sunday, 10 May 2026 - 09:35 WIT

Wali Kota Ambon Tegas: Melarang Warga Bangun Rumah di Lereng Bukit Rawan Bencana  

Saturday, 9 May 2026 - 17:49 WIT

Nahkodai PASI Maluku, Levi Targetkan Pembinaan Atlet Lebih Maksimal

Berita Terbaru