Infomalukunews.com,Dobo – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Aru menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk Kecamatan Pulau-Pulau Aru dan Kecamatan Aru Tengah di Aula Suasana Baru, Dobo, Kamis (18/6/2026).
Musancab tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Maluku, Johan Rahantoknam, dan dihadiri Ketua DPC PDI Perjuangan Kepulauan Aru Feny Silvana Loy, Sekretaris DPC Scifo Karelau, jajaran pengurus DPC, Camat Pulau-Pulau Aru Ongki Goulap, Camat Aru Tengah Erens P.M. Kalorbobir, S.STP, serta kader dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Johan Rahantoknam menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian penting dari konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Ia meminta DPC segera menyelesaikan pelaksanaan Musancab di delapan kecamatan lainnya yang belum melaksanakannya.
“Di Kepulauan Aru ada sepuluh kecamatan. Hari ini kita melaksanakan Musancab di Kecamatan Pulau-Pulau Aru dan Kecamatan Aru Tengah. Saya berharap delapan kecamatan lainnya segera diselesaikan sesuai regulasi partai,” tegas Johan.
Sebagai Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Maluku, Johan juga mengingatkan seluruh kader untuk menjaga disiplin organisasi dan menaati aturan partai. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk jika dilakukan oleh anggota DPRD dari PDI Perjuangan.
Menurutnya, seluruh proses konsolidasi harus berjalan sesuai mekanisme organisasi karena Surat Keputusan (SK) partai merupakan mandat resmi yang ditandatangani Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.
Selain membahas penguatan organisasi, Johan turut menyampaikan pesan politik jangka panjang kepada seluruh kader di Kepulauan Aru. Ia meminta seluruh kader mulai mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Bupati Kepulauan Aru tahun 2031 dengan mengusung kader terbaik partai.
“Tahun 2031 semua kader partai di Kepulauan Aru harus siap mencalonkan diri menjadi bupati. Kita tidak boleh hanya bekerja keras lalu orang lain datang menikmati hasilnya. Sudah saatnya kader kita sendiri yang maju. Menang atau kalah, tetap kader partai,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Ia menambahkan, kemenangan politik tidak hanya ditentukan oleh kekuatan finansial, tetapi juga oleh semangat gotong royong, soliditas kader, dan kerja organisasi yang terstruktur.
Johan juga mengingatkan pentingnya menjaga kekayaan sumber daya alam Kepulauan Aru agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Jagalah laut kita, jagalah daratan kita supaya tidak dimakan oleh siapa pun. Kita pemilik negeri ini harus berdikari di atas kekayaan yang Tuhan berikan. Laut kita subur, daratan kita subur, maka masyarakat Aru juga harus sejahtera,” katanya.
Di akhir arahannya, Johan menegaskan bahwa keberhasilan PDI Perjuangan dalam menghadapi agenda politik mendatang bergantung pada kekuatan ideologi, kualitas kader, dan konsolidasi organisasi yang terus diperkuat.
“Saya berharap teman-teman mantapkan ideologi, mantapkan kader, dan mantapkan konsolidasi partai. Siapa pun yang nantinya diputuskan partai menjadi calon bupati, seluruh kader harus siap bekerja dan memenangkan pertarungan politik tersebut,” pungkasnya.
Musancab ini menjadi bagian dari upaya PDI Perjuangan Kabupaten Kepulauan Aru memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan sekaligus mempersiapkan mesin partai menghadapi agenda politik daerah di masa mendatang.(IM-DW)







