INFOMALUKUNEWS.COM, AMBON,– Perjalanan dinas yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Mohammad Irfan Datis, bersama seluruh kepala desa ke Bali kini menjadi sorotan publik.
Praktisi Hukum, Abas Souwakil, mengatakan anggaran untuk kegiatan tersebut harus dipertanyakan. Ia menilai perjalanan dinas Kadis PMD Bursel beserta seluruh kepala desa kurang memberikan dampak positif terhadap daerah maupun desa.
Ia mempertanyakan tujuan perjalanan dinas tersebut dan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru untuk segera melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran. “Ungkapnya. Jumat, (14/2)
Praktisi Hukum itu, menyebutkan bahwa perjalanan dinas tersebut melibatkan semua kepala desa di Bursel dengan anggaran yang diduga bersumber dari alokasi dana desa (ADD).
Hal ini memicu kekhawatiran, lanjut dia, bahwa anggaran yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat di desa telah dialokasikan untuk kegiatan yang dinilai kurang prioritas. “Ujarnya.
“Sangat penting bagi pihak Kejari Buru untuk turun tangan, dan mengusut anggaran perjalanan itu benar-benar memberikan manfaat atau hanya pemborosan anggaran,” Kata dia.
Selain itu, kata dia, Kadis PMD Bursel melakukan perjalanan dinas di akhir pemerintahan Safitri Malik Soulisa, perlu dipertanyakan, diduga anggaran dana desa yang dipakai untuk perjalanan dinas ke Bali, harus segera diusut oleh Kejari Buru, Namlea.
Kadis PMD Bursel sangat berani melakukan perjalanan dinas di Bali, padahal inpres sudah keluar dan harus di taati oleh kepala daerah maupun para Kadis di daerah. Sesuai instruksi presiden (inpres) nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran. “Terang Souwakil.
Sementara itu, sumber lain menyatakan perjalanan dinas para Kades ke Bali, adalah instruksi Kadis PMD Bursel. “Singkat sumber.
“Sebagian kepala desa tak ingin melakukan perjalanan dinas ke Bali, tetapi ini perintah Kadis PMD Bursel,” ujar sumber.
Sementara, Mohammad Irfan Datis Kadis PMD Bursel yang dihubungi oleh wartawan media ini, melalui Tlp dan chat pesan WhatsApp tak bisa terhubung, sehingga berita ini ditayang. (IM-GB)






