Infomalukunews.com, Ambon,-Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menggelar kegiatan Peningkatan Kerja Sama Organisasi Keolahragaan Kabupaten/Kota dengan Lembaga Terkait (Intermediasi) sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan keolahragaan di daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Bizz Hotel Ambon, Kamis (16/10/2025), merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan.
Dalam laporan kegiatan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dispora Ambon, Daniel Hutajulu, menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola keolahragaan yang terencana, sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan.
“Pembangunan olahraga bukan hanya tentang prestasi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengembangan keolahragaan di era sekarang perlu diarahkan pada pemerataan akses olahraga, peningkatan mutu, serta efisiensi manajemen yang adaptif terhadap dinamika global.
“Olahraga harus menjadi sarana membangun kesehatan, karakter, dan kebanggaan daerah,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Ambon telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan di Lingkup Kota Ambon, yang terdiri atas 17 bab dan 77 pasal. Perda ini menjadi landasan hukum dalam membangun sistem olahraga daerah yang profesional dan berdaya saing.
Mewakili Wali Kota Ambon, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perda tersebut mengatur seluruh aspek olahraga — mulai dari olahraga masyarakat, prestasi, pendidikan, hingga olahraga disabilitas.
“Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan memiliki peran masing-masing dalam mendukung kemajuan olahraga di Kota Ambon,” ujar Rustam.
Menurutnya, penyelenggaraan olahraga tidak dapat berjalan optimal tanpa sinergi semua pihak, termasuk BUMN, BUMD, dan sektor swasta.
“Kolaborasi ini penting agar setiap cabang olahraga bisa bergeliat dan melahirkan kembali atlet-atlet berprestasi dari Ambon, seperti generasi emas terdahulu,” tambahnya.
Rustam juga mengenang sejarah panjang Ambon sebagai kota kelahiran para atlet nasional dan internasional seperti Elyas Pical, Nico Thomas, Alberth Papilaya, Steve Mainake, hingga Helena Musila.
“Prestasi mereka menjadi bukti bahwa Ambon pernah dan bisa kembali menjadi kota atlet,” ujarnya penuh optimisme.
Melalui kegiatan intermediasi ini, Pemkot Ambon berharap akan lahir langkah konkret berupa kerja sama antara organisasi olahraga dengan pihak swasta dan lembaga terkait.
“Harapannya, forum ini menjadi wadah komunikasi dan solusi bersama untuk mengatasi keterbatasan yang dihadapi cabang olahraga, serta mengembalikan kejayaan olahraga Ambon,” tutup Rustam.(IM-VLL)






