Infomalukunews.com, Ambon — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haulussy Ambon dinilai berada pada titik terendah dan kian memprihatinkan. Selasa (20/01/2026).
Kondisi ini memicu desakan keras kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk segera mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Haulussy, dr. Novita Felicia Nikijuluw.
Buruknya pelayanan rumah sakit tersebut terutama terlihat pada Instalasi Gizi yang saat ini nyaris lumpuh total. Rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Maluku itu disebut tidak memiliki tenaga pendukung yang memadai untuk melayani pasien.
Fakta di lapangan menunjukkan, Instalasi Gizi RSUD Haulussy tidak memiliki tenaga dorong makanan, tidak ada tenaga pencuci peralatan, pramusaji, tenaga masak, hingga petugas pendukung lainnya.
Kondisi ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar pasien, termasuk keterlambatan bahkan ketidaklayakan penyajian makanan.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk kegagalan manajemen rumah sakit. Pasien dibiarkan menanggung dampak dari buruknya tata kelola,” tegas salah satu sumber yang namanya ngang dipublikasi.
Jumlah pasien yang terus meningkat tidak diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja, sehingga pelayanan kesehatan dinilai semakin tidak manusiawi.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperburuk status kesehatan pasien serta mencederai hak dasar masyarakat untuk memperoleh layanan medis yang layak.
Atas situasi tersebut, Gubernur Maluku didesak tidak tinggal diam. Evaluasi menyeluruh terhadap manajemen RSUD Haulussy dinilai mendesak, termasuk langkah tegas mencopot Plt Direktur yang dianggap gagal menjalankan tanggung jawab dan memperbaiki sistem pelayanan.
“Jika dibiarkan, ini sama saja membiarkan rumah sakit milik daerah berubah menjadi simbol kegagalan pelayanan publik,” tutup sumber tersebut. (IM-03)







