MUI SBB Soroti Dugaan Perencanaan Pembunuhan dalam Kasus Pembacokan Rafli Bufakar

- Publisher

Friday, 5 June 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Ambon – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) meminta aparat kepolisian mengusut secara menyeluruh kasus penyerangan dan pembacokan terhadap Rafli Bufakar. MUI menilai penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku yang terlibat langsung di lapangan, tetapi juga harus menelusuri kemungkinan adanya pihak yang berperan dalam merencanakan atau menggerakkan aksi tersebut.

Sekretaris MUI SBB, Syuaib Pattimura kepala media ini. Kamis (4/6/2026), mengatakan terdapat sejumlah fakta yang patut menjadi perhatian serius penyidik dalam mengungkap konstruksi hukum perkara tersebut. Menurut dia, peristiwa yang menyebabkan Rafli Bufakar mengalami luka bacok tidak dapat dilihat semata-mata sebagai tindak kekerasan biasa tanpa menelusuri rangkaian kejadian yang mendahuluinya.

Salah satu fakta yang disoroti adalah adanya informasi mengenai pergerakan sejumlah orang dari Desa Ariate menuju Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual Belakang, yang berjarak sekitar tujuh kilometer. Selain itu, terdapat dugaan bahwa kelompok tersebut datang menggunakan kendaraan bermotor dan membawa senjata tajam sebelum insiden penyerangan terjadi.

“Fakta-fakta itu harus menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Pergerakan sekelompok orang dari lokasi yang cukup jauh menuju tempat kejadian, ditambah adanya dugaan membawa senjata tajam, merupakan rangkaian peristiwa yang layak didalami untuk mengetahui apakah tindakan tersebut terjadi secara spontan atau telah didahului oleh persiapan tertentu,” kata Syuaib.

Menurut dia, dalam hukum pidana, aspek niat, persiapan, serta kesadaran pelaku merupakan unsur penting yang dapat membantu mengungkap motif dan bentuk pertanggungjawaban pidana para pihak yang terlibat.

Karena itu, Syuaib meminta penyidik tidak hanya berfokus pada peristiwa pembacokan yang terjadi di lokasi kejadian, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian aktivitas sebelum aksi kekerasan berlangsung.

“Dari perspektif logika hukum, kehadiran sejumlah orang di lokasi kejadian setelah menempuh jarak yang tidak dekat serta adanya dugaan membawa senjata tajam merupakan fakta yang relevan untuk diuji. Penyidik perlu melihat keseluruhan peristiwa secara utuh, mulai dari perencanaan, pergerakan, hingga terjadinya tindakan kekerasan,” ujarnya.

Meski demikian, Syuaib menegaskan bahwa penentuan ada atau tidaknya unsur perencanaan merupakan kewenangan aparat penegak hukum dan pengadilan berdasarkan alat bukti yang sah. Oleh sebab itu, seluruh dugaan yang berkembang harus diuji secara objektif melalui proses penyidikan yang profesional.

“Menurut pandangan kami, terdapat indikasi yang perlu didalami sebagai dugaan kejahatan yang mengarah pada perencanaan pembunuhan. Namun dugaan tersebut harus dibuktikan melalui alat bukti, keterangan saksi, hasil pemeriksaan forensik, barang bukti, serta fakta hukum lainnya yang ditemukan penyidik,” katanya.

MUI SBB juga meminta aparat penegak hukum mengusut seluruh pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut. Tidak hanya pelaku yang melakukan kekerasan secara langsung, tetapi juga pihak lain yang diduga berperan mengorganisasi, menggerakkan, memfasilitasi, atau memberikan arahan sebelum penyerangan terjadi.

Menurut Syuaib, keadilan tidak hanya diukur dari jumlah tersangka yang telah diamankan, melainkan dari kemampuan aparat mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab sesuai peran masing-masing.

“Keadilan harus mampu menjawab siapa yang melakukan, siapa yang menggerakkan, siapa yang turut serta, dan siapa yang mungkin berada di balik peristiwa ini. Semua pihak yang terbukti terlibat harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kasus pembacokan terhadap Rafli Bufakar sendiri hingga kini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Sejumlah tersangka telah diamankan, namun berbagai pihak terus mendorong agar penyidikan dikembangkan untuk mengungkap seluruh fakta dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Syuaib berharap proses hukum berjalan secara transparan, profes (**)

Berita Terkait

Piala Dunia 48 Tim, Brazil Tetap Favorit Wartawan Tual
Pendataan Tanaman Oleh Tim Terpadu di Lermatang Berjalan Mulus
Janji Proyek Rp3,2 Miliar Berujung Laporan Polisi, Pengurus PT AJK Diduga Terlibat Modus Penipuan
Kapolda Maluku Tegaskan Rekrutmen Polri Bersih, Tak Ada Ruang bagi KKN dan Titipan
Pemkot Ambon Gandeng FST Unpatti Perkuat Pembangunan Berbasis Sains dan Teknologi  
Wali Kota Instruksikan Dindik, DLHP dan Dishub Percepat Kerja Sama dengan FST Unpatti  
Dikejar Massa hingga Dibacok, Kasus Rafli Bufakar Disorot: Mengapa Baru Satu Tersangka Ditahan?
Ratusan Siswa SRT 74 Tual Jelajahi KRI Kapak-625, Kenali Dunia Kemaritiman dan TNI AL
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 19:00 WIT

Piala Dunia 48 Tim, Brazil Tetap Favorit Wartawan Tual

Friday, 5 June 2026 - 17:40 WIT

Pendataan Tanaman Oleh Tim Terpadu di Lermatang Berjalan Mulus

Friday, 5 June 2026 - 17:11 WIT

Janji Proyek Rp3,2 Miliar Berujung Laporan Polisi, Pengurus PT AJK Diduga Terlibat Modus Penipuan

Friday, 5 June 2026 - 16:42 WIT

Kapolda Maluku Tegaskan Rekrutmen Polri Bersih, Tak Ada Ruang bagi KKN dan Titipan

Friday, 5 June 2026 - 11:20 WIT

Pemkot Ambon Gandeng FST Unpatti Perkuat Pembangunan Berbasis Sains dan Teknologi  

Berita Terbaru

Daerah

Piala Dunia 48 Tim, Brazil Tetap Favorit Wartawan Tual

Friday, 5 Jun 2026 - 19:00 WIT