Infomalukunews,com. Ambon–Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) diduga meninggalkan hutang miliaran rupiah pada Politeknik Negeri Ambon (Polnam). Kamis (06/02/25).
Pasalnya, pada tahun 2014 lalu Pemda Malteng menjalin kerjasama dengan Politeknik Negeri Ambon untuk menyediakan sumber daya manusia (SDM) unggul di kabupaten tersebut.
Kerjasama antar kedua lembaga itu dilakukan dalam bentuk Program Di luar Domisili (PDD) yang akan dipusatkan di Kota Masohi dan Banda.
Saat itu acara penandatangan kerjsama antara kedua belah pihak ditanda tanggani oleh Bupati Abua Tuasikal, yang saat itu dipusatkan di Operation Room Kantor Bupati Maluku Tengah, Selasa (27/04/2021). Lalu.
Bahkan, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Malteng, Direktur Politeknik Ambon, Sekertaris Daerah Kabupaten Malteng, Ketua Politeknik Negeri Ambon – PDD Masohi dan Banda, serta pimpinan OPD dalam lingkup Pemda Kabupaten Malteng.
Mirisnya, kini kerjasama antara Polnam dan Pemda Malteng, hilang tanpa kabar setelah masa berakhirnya kepemimpinan bupati Abua Tuasikal, padahal MoU itu disetiap tahun berjalan harusnya Pemda Malteng dan Polnam Ambon tetap dilanjutkan walaupun maluku tengah di Pimpin Pj Bupati.
Nah, olehnya itu melalui juru bicara Polnam Ambon Polly Titalei. kepada media ini mengatakan bahwa, kerjasama Polnam dan Pemda Malteng kini tidak dilanjutkan tanpa sebab.
“Saya menduga Pj Bupati Malteng Rakib Sahubawa, sengaja untuk memperhentikan perjanjian kerjasama antara Pemda Malteng dan Polnam, bahkan ini juga dia (red Pj Malteng) meninggal hutan miliaran rupiah,” ujarnya.
Perjanjian kerjasama PDD ini kata Titalei, anggarannya dari Pemda Maluku Tengah (Malteng), sementara penyelenggaranya adalah Polteknik Negeri Ambon (Polnam).
“Pada tahun 2023 sampai 2024, anggaran dari Pemda Malteng tidak dikuncurkan lagi, oleh karena itu kami pihak Polnam sedikit kewalaan karena anggaran,” ungkapnya.
Pemda Malteng kini tidak lagi menyediakan anggaran PDD, padahal anggaran itu dari dana hibah Pemda Malteng, setiap tahun sesuai dengan hasil MoU tahun 2014.
“Saat ini anggaran itu tidak lagi dikucurkan oleh Pemda Malteng dari 2023 sampai 2024, ada apa,? Hingga kini Pj Malteng Pak Rakib tidak lagi kuncurkan anggaran itu, padahal Pak Rakib saat itu berjanji acara wisuda tahun 2024 di pusatkan di Maluku Tengah, namun saat kami meminta untuk bertemu agar acara wisudanya di jalankan, namun hasilnya nihil,” cetusnya.
Padahal sambung dia, penandatanganan kerjasama ini dengan harapan dapat mendorong kemandirian Politeknik Negeri Ambon-PDD Masohi dan Banda untuk terus berkontribusi dan berperan demi kemajuan Kabupaten Maluku Tengah kedepan.
Sementara itu, Ketua DPRD Maluku Tengah Herry Men Carl Haurissa, saat dikonfirmasi, pihaknya mendorong MoU antara kedua pihak tersebut.
“Kami sangat mendukung kerjasama antara Polnam dan Pemda Malteng tersebut, mengingat pendidikan sangat penting bagi setiap orang terlebih khusus mahasiswa di dua lokasi itu yakni Masohi dan Banda,” ucap Haurissa, melalui sambungan telpon.
Diketahui, kerjasama Polnam dan Pemda Malteng untuk Pendidikan Diluar Domisi (PDD) di Kota Masohi terdiri dari lima program studi, yang pertama, Program Pertanian, Kedua Program Perikanan, Ketiga Program Pariwisata, Keempat Program Kehutanan dan yang Kelima adalah Program Akutansi Sektor Publik.
Sementara untuk lokasi Banda terdiri dari dua program studi yakni, pertama Program Studi Budidaya Perairan dan Program Studi Manajemen Sumber Perairan. (IM-03).






