Infomalukunews,com. Ambon–Anggota Komisi II DPRD Provinsi Maluku, H. Ridwan Nurdin, menilai pengadaan mesin kapal melalui sistem e-Katalog belum sepenuhnya menjawab kebutuhan nelayan, khususnya di Kabupaten Buru Selatan (Bursel).
Ridwan menyebut, mayoritas nelayan di Bursel terbiasa menggunakan mesin Yamaha Enduro 15 PK, karena lebih irit bahan bakar, mudah perawatan, dan suku cadangnya mudah ditemukan.
“Kalau dipaksakan mesin yang tidak cocok, akan berdampak negatif dan berisiko, terutama bagi keselamatan nelayan,” kata Ridwan di Ambon, Sabtu (06/12/2025).
Menurutnya, persoalan ini bukan soal merek, tetapi kesesuaian spesifikasi dengan kebutuhan lapangan. Ia mendorong agar mesin yang dibutuhkan segera terdaftar dalam e-Katalog Provinsi Maluku.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Jhon Laipeny, menyebut masalah serupa juga terjadi pada pengadaan alat pertanian yang spesifikasinya tidak sesuai kebutuhan.
“Kita sudah melihat benang merahnya, barang harus masuk dulu ke e-Katalog dengan spesifikasi yang jelas. Kalau tidak muncul di sistem, pengadaan pasti terhambat,” ungkapnya.
Sementara Kepala DKP Maluku, Irawan Asikin, mengaku telah mendorong pihak dealer resmi Yamaha untuk mendaftarkan produk ke e-Katalog, namun hingga kini belum berhasil.
“Kami sudah memberi pemberitahuan berkali-kali, tapi prosesnya belum tembus. Dinas hanya bisa melakukan pengadaan ketika barang sudah muncul di sistem e-Katalog,” katanya.
Ridwan berharap, sistem pengadaan segera diperbaiki agar kebutuhan nelayan di Bursel dan Maluku dapat terpenuhi secara tepat dan aman. (IM-06).







