Infomalukunews.com. Ambon–Pemerintah Provinsi Maluku terus memperkuat pembenahan kawasan Pasar Mardika sebagai pusat aktivitas ekonomi terbesar di daerah.
Salah satu langkah terbaru yang disiapkan adalah menghadirkan ruang khusus bagi insan pers yang dinamai Pojok Lawamena.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Maluku, Dr. Achmad Jais Ely, menyampaikan kepastian tersebut saat apel pagi di Gedung Mardika Lantai II, Senin (30/03/2026).
Menurut Ely, kehadiran pojok wartawan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat transparansi, pengawasan, serta keterbukaan informasi dalam pengelolaan pasar.
“Pojok Lawamena ini kita siapkan sebagai ruang kerja sekaligus pusat informasi bagi insan pers. Kehadiran wartawan di tengah aktivitas pasar penting untuk memastikan informasi yang sampai ke publik tetap objektif dan akurat,” ujarnya.
Ia mengakui, Pasar Mardika masih dihadapkan pada sejumlah persoalan klasik, seperti kebersihan, keamanan, hingga penataan pedagang yang belum sepenuhnya tertib. Selain itu, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga dinilai belum optimal.
Dalam konteks tersebut, peran media dinilai sangat strategis sebagai kontrol sosial. Kehadiran wartawan secara langsung di kawasan pasar diharapkan mampu merekam kondisi riil di lapangan sekaligus mendorong percepatan pembenahan.
“Media memiliki peran penting dalam mengawal proses penataan. Dengan pemberitaan yang faktual dan berimbang, berbagai persoalan bisa lebih cepat teridentifikasi dan ditindaklanjuti,” kata Ely.
Lebih dari sekadar ruang kerja, Pojok Lawamena juga diproyeksikan menjadi simpul komunikasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat. Interaksi terbuka dinilai akan memperkuat koordinasi serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di kawasan pasar.
Inisiatif ini sejalan dengan visi pembangunan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, melalui konsep Asta Cita yang menekankan tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Pemerintah berharap, kehadiran pojok wartawan di Pasar Mardika dapat menciptakan ekosistem pengawasan yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Sinergi antara pemerintah daerah, insan pers, dan masyarakat diyakini menjadi kunci dalam mewujudkan pasar yang tertib, aman, dan berdaya saing.
Ke depan, Pasar Mardika diharapkan tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga simbol perubahan menuju tata kelola yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Maluku.(IM-06).




