Marsel Maspaitella Desak Pemda SBB, Buktikan Kajian dan Studi Kelayakan Persiapan MIP di Waisarissa kepada Publik

- Publisher

Monday, 2 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARSEL MASPAITTELA.SH.

MARSEL MASPAITTELA.SH.

Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat – Tokoh masyarakat Maluku, Marsel Maspaitella, SH, mendesak pemerintah daerah SBB untuk segera membuktikan adanya kajian dan studi kelayakan terkait persiapan pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) di Waisarissa. Hal ini muncul setelah Bank Dunia memilih Pulau Ambon sebagai lokasi ideal MIP karena telah tersedia kajian dan studi kelayakan yang lengkap.

“Bank Dunia jelas membutuhkan kajian teknis dan studi kelayakan yang bisa dipertanggungjawabkan. Hasil kajian inilah yang membuat mereka memilih Ambon. Sementara di Waisarissa, hingga kini Pemda SBB dan Sekda SBB belum mampu menghadirkan dokumen resmi yang menunjukkan kesiapan lokasi untuk proyek sebesar ini,” ujar Marsel Maspaitella.

Marsel menyoroti bahwa Bupati SBB pernah melakukan perjalanan ke Osaka, Jepang, bersama Gubernur Maluku, untuk menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Shanxi Sheng’an Mining Co., Ltd. dan PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) pada 7 Oktober 2025.

Namun, hingga kini tidak ada bukti kajian dan studi kelayakan oleh Pemda SBB yang menjelaskan kesiapan MIP atau laporan teknis resmi dari perjalanan tersebut.

“Kesiapan Waisarissa harus jelas melalui kajian dan studi kelayakan yang memadai. Tanpa itu, Proyek MIP di Waisarissa hanyalah pepesan kosong,” tegas Marsel.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi terbuka. Pemda SBB diminta segera menunjukkan dokumen kajian dan studi kelayakan kesiapan MIP, termasuk rencana kesiapan Waisarissa, agar masyarakat dapat menilai secara objektif.

Marsel menambahkan, masyarakat berhak mendapatkan informasi lengkap terkait perencanaan proyek strategis ini. “Tidak cukup hanya ada perjalanan ke luar negeri atau penandatanganan MoU. Pemda SBB harus membuktikan dengan data dan dokumen resmi bahwa Waisarissa siap menjadi lokasi MIP, agar tidak menimbulkan keraguan maupun spekulasi di masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tanpa kajian dan Studi kelayakan maka sudah pasti Investasi di MIP tidak jalan karna. Setiap proyek besar harus didasarkan pada fakta dan analisis teknis yang matang.

Jika Pemda gagal membuktikan kajian ini maka sudah pasti Rencana MIP di Waisarissa itu tidak pernah ada” ujar Marsel.

Marsel menekankan bahwa publikasi dokumen kajian dan studi kelayakan ke publik menjadi bagian dari tanggung jawab Pemda SBB. “Dengan dibuka ke publik, masyarakat bisa ikut memantau, memberi masukan, dan memastikan proyek ini benar-benar ada untuk rakyat dan rakyat sbb dapat mengawal Proyek Tersebut” pungkasnya.(IM-03)

Berita Terkait

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram
Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.
Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!
Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru
25.383 KK di Ambon Terima Bantuan Beras, Wali Kota Bodewin: Pastikan Tepat Sasaran dan Jangan Diperjualbelikan
3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini
Sempat Hilang Kontak Saat Melaut, Warga Kairatu Ditemukan Meninggal di Kedalaman 20 Meter
Hangat dan Penuh Kebersamaan, Kodam XV/Pattimura Rayakan HUT LVRI-PPAD Bersama Masyarakat
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 22:13 WIT

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram

Thursday, 13 August 2026 - 22:08 WIT

Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.

Thursday, 13 August 2026 - 18:25 WIT

Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!

Thursday, 13 August 2026 - 14:56 WIT

Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Thursday, 13 August 2026 - 04:56 WIT

3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini

Berita Terbaru