Kritik Gubernur ke Belanda Diangap Opini Kosong Tak Perlu Ditanggapi

- Publisher

Thursday, 12 February 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,Ambon– Pemuda Muhammadiyah Maluku angkat suara menanggapi pernyataan Tomson yang mengatasnamakan diri sebagai pengamat politik dan melontarkan kritik terhadap Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa. Organisasi kepemudaan itu menilai kritik yang disampaikan tidak berbasis analisis yang kuat dan cenderung menggiring opini tanpa data.

Sekretaris Bidang Politik dan Kebijakan Publik Pemuda Muhammadiyah Maluku, Mumawir Rumbouw, menyebut bahwa dalam ruang demokrasi setiap orang berhak menyampaikan pendapat.

Namun, kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab intelektual.

“Demokrasi memberi ruang untuk berbicara, tetapi bukan berarti bebas menyampaikan opini tanpa dasar. Kritik harus lahir dari argumentasi yang jelas, data yang kuat, dan analisis yang terukur,” ujar Mumawir, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai, kapasitas Gubernur Maluku sebagai kepala daerah tidak sepatutnya diseret dalam polemik yang dinilai minim substansi.

Menurutnya, jika kritik yang disampaikan tidak memenuhi standar argumentasi yang sehat, maka hal itu hanya akan memperkeruh ruang publik.

“Kita tidak ingin masyarakat disuguhi narasi yang membingungkan. Kalau yang berbicara tidak menghadirkan kualitas, publik bisa terseret dalam kebingungan berjamaah,” tegasnya.

Mumawir juga menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya tidak melihat urgensi untuk menanggapi pernyataan tersebut. Namun, ia khawatir jika dibiarkan tanpa klarifikasi, opini yang tidak terverifikasi dapat berkembang menjadi persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Ini bukan soal membela individu, tetapi soal menjaga kualitas diskursus publik di Maluku. Kritik itu penting, bahkan diperlukan. Tetapi harus konstruktif, bukan sekadar sensasi atau upaya mencari panggung,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mereka yang mengklaim diri sebagai pengamat, untuk lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.

Menurutnya, pendidikan politik kepada masyarakat harus dibangun melalui narasi yang mencerahkan, bukan retorika yang memecah atau menyesatkan.

“Kalau ingin mengkritik, silakan. Tapi mari hadirkan gagasan, bukan sekadar opini kosong. Politik di Maluku membutuhkan kedewasaan, bukan kegaduhan,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait

Bhayangkari Peduli Kesehatan di Ambon, 3.247 Warga Dapat Layanan Medis Gratis
Pemkot Ambon Raih Penghargaan Financial Literacy Award 2026 dari OJK RI
52 Pejabat Fungsional Dilantik, Wali Kota Ambon Dorong ASN Perkuat Keahlian dan Integritas
Tinjau Korban Kebakaran Batu Merah, Gubernur Hendrik Lewerissa Salurkan Bantuan
Wakili Bupati, Kadis Dikbud Aru Resmikan SMP Negeri Papakula
Dari Gizi hingga Pendidikan, Bhayangkari Perkuat Kepedulian terhadap Anak di Kepulauan Kei
Bhayangkari Peduli, 2.350 Paket Bantuan dan Layanan Kesehatan Menjangkau Masyarakat Kota Tual
Gerak Cepat, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Batu Merah
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 29 August 2026 - 20:17 WIT

Bhayangkari Peduli Kesehatan di Ambon, 3.247 Warga Dapat Layanan Medis Gratis

Saturday, 29 August 2026 - 20:07 WIT

Pemkot Ambon Raih Penghargaan Financial Literacy Award 2026 dari OJK RI

Saturday, 29 August 2026 - 12:57 WIT

52 Pejabat Fungsional Dilantik, Wali Kota Ambon Dorong ASN Perkuat Keahlian dan Integritas

Saturday, 29 August 2026 - 12:44 WIT

Tinjau Korban Kebakaran Batu Merah, Gubernur Hendrik Lewerissa Salurkan Bantuan

Saturday, 29 August 2026 - 11:34 WIT

Dari Gizi hingga Pendidikan, Bhayangkari Perkuat Kepedulian terhadap Anak di Kepulauan Kei

Berita Terbaru