Infomalukunews,com. Seram Bagian Barat – Ketua PB AMKEI Kabupaten Seram Bagian Barat, Hasan Narahaubun, mendesak aparat TNI dan Polri untuk segera mengambil langkah cepat, tegas, dan terukur dalam menyelesaikan konflik yang terjadi antara warga Dusun Ani dan Dusun Pawai, Desa Loki, Kecamatan Huamual.
Ia menegaskan bahwa penanganan konflik harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel guna mencegah eskalasi yang lebih luas. Hasan juga meminta Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli untuk segera mengungkap dan menangkap para pelaku kekerasan yang terlibat dalam insiden tersebut.
Jangan sampai konflik ini meluas dan memicu ketegangan antarwarga yang lebih besar. Aparat harus bertindak cepat, transparan, dan profesional,” tegasnya.
Konflik antara kedua dusun tersebut terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 WIT di wilayah perbatasan Dusun Ani dan Dusun Pawai. Bentrokan tersebut mengakibatkan tiga orang warga mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu korban mengalami luka bacok akibat senjata tajam, sementara korban yang lain mengalami kekerasan berupa pelemparan oleh sejumlah warga saat bentrokan berlangsung.
Seluruh korban sempat mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Tanah Goyang. Namun, satu korban dengan kondisi luka berat kemudian dirujuk ke RSUD Piru untuk mendapatkan perawatan intensif dan pemeriksaan lanjutan.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi konflik dilaporkan masih dalam pengawasan aparat keamanan. Namun demikian, belum ada keterangan resmi dari Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, terkait penyebab pasti maupun kronologi lengkap terjadinya bentrokan tersebut saat di buhungi Media ini.
Masyarakat pun berharap aparat keamanan dapat segera mengendalikan situasi serta menuntaskan kasus ini secara adil guna menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Kecamatan Huamual.(IM-03)






