Infomalukunews.com. Seram Bagian Barat, Maluku – Tokoh masyarakat SBB, Marsel Maspaitella, menilai bahwa kinerja Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) hingga saat ini masih menunjukkan sikap responsif terhadap berbagai pengaduan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja aparat penegak hukum harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, bukan berdasarkan asumsi atau tekanan opini yang berkembang di tengah publik.
Menurutnya, wacana yang mendorong evaluasi hingga pencopotan Kapolres SBB perlu disikapi secara bijak dan proporsional. Ia menilai, menjadikan satu kasus sebagai tolok ukur utama dalam menilai kinerja Kapolres merupakan pendekatan yang tidak rasional. Maspaitella secara tegas menyoroti bahwa kasus pembakaran ekskavator tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menghakimi kinerja kepolisian secara keseluruhan.

“Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli S.I.K,M.M, tetap bekerja dan cukup responsif terhadap setiap pengaduan masyarakat. Penilaian harus objektif, tidak bisa hanya bertumpu pada satu kasus lalu menyimpulkan kinerja secara keseluruhan,” ujar Maspaitella.
Ia menjelaskan bahwa dalam praktik penegakan hukum, terdapat banyak variabel yang mempengaruhi proses penyelidikan dan penyidikan suatu perkara. Oleh karena itu, publik diminta untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa melihat keseluruhan aspek yang ada.
“Menjadikan kasus pembakaran ekskavator sebagai barometer utama untuk mengevaluasi bahkan mendorong pencopotan Kapolres adalah indikator yang tidak rasional. Itu tidak mencerminkan penilaian yang adil,” tegasnya.
Lebih lanjut, Maspaitella mengajak seluruh elemen pemuda di SBB untuk tidak bersikap apatis terhadap dinamika penegakan hukum. Ia menekankan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai kontrol sosial yang konstruktif, dengan cara mengawal proses hukum secara objektif, bukan justru menghakimi tanpa dasar yang jelas.
“Pemuda jangan apatis. Fungsi kita adalah mengawal penegakan hukum agar tetap profesional, bukan menghakimi tanpa dasar. Kritik boleh, tapi harus berbasis fakta,” katanya.
Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kasus yang belum terselesaikan atau terkesan mandek. Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di tingkat Polres SBB, melainkan juga ditemukan di beberapa Polsek.
“Kasus mandek bukan hanya di Polres SBB, tetapi juga di Polsek. Karena itu kita dorong penyidik melalui Kasat Reskrim agar lebih semangat dan maksimal dalam menyelesaikan perkara,” ujarnya.
Menurut Maspaitella, dorongan dari masyarakat, khususnya elemen pemuda, merupakan bagian dari fungsi kontrol yang sangat penting dalam mendorong penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dapat terus diperkuat demi menciptakan kepastian hukum di wilayah SBB.
Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja aparat kepolisian merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif, adil, dan berdasarkan indikator yang jelas, bukan karena tekanan opini sesaat.
“Evaluasi itu penting, tapi harus objektif dan profesional. Jangan karena opini sesaat lalu kita menghakimi. Yang kita butuhkan adalah penegakan hukum yang kuat dan berkeadilan,” tutupnya.(IM-03)






