INFOMALUKUNEWS.COM, AMBON,– Jalan rusak di Dusun Aman Jaya Kecamatan Kepulauan Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, menghadapi permasalahan infrastruktur yang serius.
Kondisi jalan di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah, menghambat mobilitas warga dan aktivitas perekonomian lokal.
Hal ini diungkapkan oleh Abdul, salah satu warga dusun Aman Jaya, akses jalan di Dusun Aman Jaya berlubang dan rusak parah.
Abdul, pada wartawan mengatakan akses jalan Aman Jaya – Luhutuban ke Kecamatan kepulauan Manipa rusak parah dan tak terurus. “Ungkapnya. Jumat, 7/2/25
Sementara, jalan berlubang dan rusak itu telah di kerjakan melalui anggaran swadaya dari warga masyarakat setempat, agar bisa di akses oleh warga setempat.
Pekerjaan perbaikan jalan berlubang dan rusak itu setiap jumat warga masyarakat berbondong-bondong untuk perbaiki jalan tersebut. ” Kata Abdul.
“Inisiatif perbaiki jalan berlubang dan rusak itu perintah dari kepala dusun Aman Jaya, kepala dusun bersama warga masyarakat saling membahu untuk memperbaiki jalan yang rusak, agar warga bisa di akses dan beraktivitas,” Ujarnya.
Selain itu, ia meminta kepada pemerintah daerah SBB dan Pemda Provinsi Maluku, supaya bisa memperhatikan kondisi jalan yang rusak di daerah itu.
Warga setempat, lanjut dia, sangat berharap dengan Gubernur Maluku baru Hendrik Lewerissa – Abdullah Vanath, bisa memperhatikan kondisi jalan tersebut.
Akses jalan dusun Aman Jaya dengan desa tetangga dan akses ke Kecamatan Kepulauan Manipa di bangun pada tahun 2019-2020 lalu, hingga saat ini belum bisa di akses oleh warga setempat, dikarenakan jalan tersebut berlubang dan rusak parah.
“Sejumlah ruas jalan utama yang menghubungkan desa-desa di Kepulauan Manipa dipenuhi lubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu ketika cuaca kering. Kerusakan ini menyebabkan sulitnya akses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang menjadi satu-satunya sarana transportasi darat di wilayah tersebut,”
Menurut warga, kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada perbaikan yang signifikan dari pemerintah daerah.
“Kami sangat kesulitan, terutama saat membawa hasil kebun seperti cengkih dan pala ke pasar. Biaya transportasi jadi lebih mahal karena pengemudi enggan melalui jalan yang rusak,” ucap warga setempat.
Kerusakan jalan juga berdampak pada layanan dasar masyarakat, seperti akses pendidikan dan kesehatan. Anak-anak sekolah harus berjalan kaki lebih jauh, sementara ambulans kesulitan menjangkau desa-desa terpencil saat terjadi keadaan darurat.
“Warga Kepulauan Manipa berharap agar langkah konkret segera diambil untuk memperbaiki jalan. Mereka menekankan pentingnya infrastruktur yang memadai sebagai kunci peningkatan kualitas hidup dan kemajuan ekonomi di wilayah tersebut,” (IM-GB)






