Infomalukunews.com, Dobo- Di sela-sela kesibukan Bupati Kepulauan Aru dengan tanggung jawab begitu besar dalam membenahi Kabupaten yang berjuluk Cendrawasih itu, GMKI Cabang Dobo sempat melakukan pertemuan untuk berdiskusi terkait perkembangan terkini pembangunan yang terjadi.
Dipimpin oleh Ketua Cabang Marcko Karelau, BPC melakukan pertemuan dengan orang nomor 1 di bumi Jargaria itu pada Selasa ( 13 Januari 2025).
Pertemuan tersebut membicarakan beberapa hal penting yang menjadi persoalan di kabupaten Aru
Berdasarkan Rilis yang diterima media ini, Dalam jalannya diskusi ada 3 Poin Penting yang GMKI cabang Dobo titipkan yang pertama.
Terkait masalah Ulayat Adat di setiap desa, jika kita lihat dari Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati maka Ulayat Adat bagian dari pada tanggung jawab dalam masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, untuk itu GMKI menawarkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru untuk secepatnya pikirkan konsep agar dalam setiap desa ada musyawarah desa dan bentuk team atau sejenisnya untuk melakukan pendampingan bagi setiap desa yang mau melakukan Musyawarah Desa.
Yang berikutnya terkait dengan pembentukan team pencocokan data bagi beberapa kampus yang sempat ada kerja sama atau MoU antara pemerintah daerah masa lalu dan pihak kampus tertentu, kami ambil sampelnya dari kampus Stikes Pasapua Ambon, agar jika hasil yang team pencocokan data sudah selesai kerjakan, paling tidak disampaikan (dipublikasikan ) agar setiap mahasiswa bahkan orang tua bisa mengetahui hasil seperti apa. Karena sampai sejauh ini mahasiswa yang mau melanjutkan studi bingun antara mau lanjut atau tidak.
Terkait isu yang sementara dimainkan oleh oknum-oknum tertentu mengenai Keberadaan Kampus PSDKU Aru yang akan ditutup, GMKI sempat mengkonfirmasi hal tersebut, dan jawaban dari bupati adalah penutupan operasional PSDKU Aru adalah kabar Hoax yang sementara dimainkan. Apakah saya bupati pernah mengatakan kampus PSDKU Aru ditutup?, kan tidak pernah saya (bupati ) buat pernyataan seperti itu, malahan mendukung pengembangan SDM di Aru dan telah menyiapkan dananya. Kata Bupati
Selain itu, pihak pengelola Kampus PSDKU Aru juga harus mampu mempresentasikan anggaran ke Pemda Aru, karena pengalaman dana hibah yang dikucurkan Pemda dengan begitu besar yaitu 82 M sekian, namun peruntukannya tidak jelas sampai saat ini.
Untuk itu , Bupati telah komunikasikan dengan pihak kampus UNPATTI Ambon dan diajak untuk ke Ambon dan membicarakan masa depan pengelolaan kampus PSDKU Aru, tapi saya (Bupati) sampaikan bahwa dibahas lah di Aru, kan ada pihak pengelola Kampus PSDKU Aru bisa kita bicarakan.
GMKI juga mendorong agar ke depan kampus PSDKU Aru sudah bisa mandiri, karena cukup lama PSDKU Aru beroperasi.
Bupati Kabupaten Kepulauan Aru juga menghimbau agar masyarakat Aru jang cepat terprovokasi oleh isu-isu murahan tetapi semangat dan fokus pada tujuan masing-masing, dan membantu Pemda untuk membenahi Aru yang lebih baik.(IM/DW)





