Info Maluku. com, Hasil Pengumuman Tes Guru Kontrak setingkat SMA di Propinsi Maluku diakui ada yang janggal dan tidak beres. Berdasarkan pengakuan salah satu peserta tas via Watshaap kepada Info Maluku Kamis 10/03/2022 mengatakan dirinya juga adalah korban tes tersebut.
Padahal dirinya termasuk guru honor yang sudah cukup lama mengabdi. “Katong yg su mengabdi bertahun-tahun su seng lanjut kontrak. Padahal saat rapat Januari dgn DPR pak Andi Munasir su blg bahwa tidak boleh merumahkan Guru kontrak karena dananya su ada dan jika kurang nanti akang lihat lagi dari APBD perubahan”.
Dikatakan, tes hanya formalitas, hasil zoom metting itu juga sekolah berhak menentukan kebutuhan Guru, apalagi di setiap sekolah masih ada kekuarangan Guru dia mencontohkan di sekolahnya saja Guru PNS hanya 2 org, PPPK hanya 3 org sja, sisa honor. Dia katakan dalam Tes yang terlaksana pada 5 Maret 2022 kemarin, Tes tidak pakai nilai ambang batas, tidak pakai waktu, seusai tes tidak ada nilai yang keluar, dan jelang 2 hari nama nama beserta hasil tes sudah keluar dengan nilai itupun khusus bagi yg lolos saja sementara tidak menampilan hasil tes dari peserta yang tidak lolos.
Dirinya berharap, Anggota DPRD Maluku dapat memperjuangkan nasib mereka. dan di rencanakan hari ini jumat 11 maret 2022 perwakilan guru honor akan ketemu dengan anggota DPRD untuk membicarakan hal tersebut.
Dengan harapan mereka jangan di rumahkan tetapo tetap di akomodir sebagai guru GTT (Guru Tidak Tetap) di tahun 2022, karena para guru tersebut sudah cukup lama mengabdi.
(Dedi Weusa)






