INFOMALUKUNEWS.COM,DOBO,- Ketua Cabang GMKI Dobo Masa Bakti 2024-2026 Marco Karelau menyayangkan dan mengutuk keras berbagai kasus pelecehan seksual yang terjadi akhir – akhir ini di kabupaten kepulauan Aru khusunya kasus yang menimpa di lingkungan pendidikan.
Karelau melanjutkan, bahwa kasus pelecehan seksual yang berkembang saat ini harus di selidiki dan di usut sampai tuntas oleh pihak-pihak terkait.
“Iya, kami GMKI Cabang Dobo akan terus menyuarakan dan mengawal dugaan kasus pelecehan yang menimpa adik – adik kami di dunia pendidikan” ungkapnya
Untuk itu, GMKI Dobo mengambil sikap untuk melihat Kondisi yang sementara terjadi .
sikap GMKI adalah mengawal proses yang sementara ini sedang di tangani Polres Aru. Untuk itu ada beberapa oknum pelaku adalah guru di salah satu sekolah swasta yang menjadi pelaku pelecehan seksual terhadap anak didalam lingkungan sekolah
GMKI juga telah melakukan audensi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, dan di respon secara baik , dan saat ini mereka lagi fokus untuk penanganan korban,
karena dilihat dari kondisi anak yang dimana secara mental sangat terganggu dan perlu di dampingi
Kami GMKI Cabang Dobo tetap kawal hingga pada tahap penyerahan ke yang berwajib yakni Kepolisian .
GMKI juga sering turun ke sekolah-sekolah untuk melakukan sosialisasi baik yang di surati maupun tanpa disurati tetapi kami l turun melakukan kegiatan sosialisasi, tapi itulah GMKI walaupun dibatasi oleh dana/keuangan. Kata ketua GMKI Dobo. Lewat Rilisnya yang diterima media ini Jumat 11 /10/2024.
Lanjutnya, GMKI telah melakukan audensi dengan Pihak Penegak Hukum yaitu dengan Kapolres untuk segera menindak pelaku yang belum ditahan.
Dan Kapolres sampaikan bahwa kami tetap menjalankan prosesnya hingga pada tahap penangkapan melihat dari pengalaman-pengalaman yang terjadi itu menjadi warning untuk kami kepolisian.
Polres Aru juga tidak terburu-buru untuk mengambil suatu keputusan, yang pada prinsipnya prosesnya kami tetap lakukan,
Kapolres akui korban merupakan anak dari anggota polres dan kami tetap tenang untuk mengusutnya.
“saya sebagai polisi, tetapi saya juga sebagai bapak, saya punya anak perempuan, salah satu korban di SMP Yos itu ada anak dari anggota kami, ponakan saya juga, jadi kita tetap tenang dan kita tetap berproses ” kata Kapolres seperti yang dikutip oleh Marco Karelau, Ketua GMKI Dobo.
Adapun pesan-pesan yang disampikan untuk kasus ini adalah jadi warning untuk orang tua, apalagi kita ada pada jaman teknologi yang dimana anak pada dasarnya sudah diharuskan bekerja menggunakan Leptop/Hp secara online, yang punya konsekuensi sangat tinggi, tetapi tugas orang tua tetap berperan penting untuk mengawasi anak anaknya.
Lanjutnya, Marwah Guru sangatlah dihormati tapi oknum-oknum Guru yang terduga inilah yang membuat rusak marwah guru, padahal tugas Guru adalah Mendidik bukan Menyakiti.
(Tim-IM)







