Infomalukunews.com, Dobo- PLT Kepala Dinas Kesehatan, dr. Sakti Zakaria Sitorus, didampingi Kepala Puskesmas Longgar Apara, dr. Jhon Maydeni Purba, dan tim medis yang bekerja di Puskesmas Longgar Apara bergerak cepat memimpin penanganan medis terhadap puluhan korban luka serta memastikan distribusi tenaga kesehatan (nakes) kembali ke titik tugas pasca bentrok antar kampung antara desa Longgar dan Apara di kecamatan Aru Tengah Timur pada beberapa bulan kemarin
Kadis Kesehatan dr Sitorus bersama tim medis lainnya turun ke desa Longgar dan Apara pada Sabtu 10 Januari 2026 dengan memastikan pelayan korban luka dapat tersentuh dengan baik.
Dalam konflik tersebut diketahui 2 warga dari desa longgar meninggal dunia, sementara serta 36 orang dari kedua desa mengalami luka-luka serius akibat sabetan senjata tajam, busur panah, hingga tembakan senapan angin.
Merespons banyaknya korban luka, Kepala Puskesmas dr. Jhon Maydeni Purba berkordinasi bersama Kadinkes Aru mengambil langkah taktis untuk memperkuat tim medis di lapangan.
Selain membuka layanan di Kantor Desa Apara agar warga yang bertikai merasa aman saat berobat, dr. Jhon menegaskan bahwa seluruh tenaga kesehatan yang sebelumnya sempat berada di luar wilayah segera didistribusikan kembali ke tempat tugas.
“Kami fokus pada penanganan 36 korban luka agar tidak terjadi komplikasi infeksi akibat luka bacok atau busur panah. Saya juga telah menginstruksikan seluruh nakes yang belum berada di tempat untuk segera masuk dan mengisi pos-pos pelayanan. Distribusi nakes dipercepat guna menjamin layanan 24 jam di masa darurat ini,” tegas dr. Jhon Purba.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr. Sakti Zakaria Sitorus yang masih berada di Desa Longgar dan Apara, memastikan stok obat-obatan bedah minor, antibiotik, dan alat medis untuk penanganan luka bacok serta luka tembus senapan angin tersedia dalam jumlah cukup.
Selanjutnya, Kadinkes saat dihubungi media ini Selasa 13 Januari 2026 memastikan penanganan 36 korban luka ditangani secara intensif dan sudah berangsur membaik.
” Sudah berangsur pulih / membaik” kata Sitorus via WA kepada info Maluku.
Selama di desa longgar dan apara pasokan medis tidak boleh putus. Bagi para nakes yang kita distribusikan kembali, kami berkoordinasi dengan pihak keamanan agar mereka dapat bekerja dengan tenang,” ujar dr. Sakti Sitorus.
dr. Sakti juga menyampaikan pesan penyemangat atas pengabdian para tenaga kesehatan yang bertugas agar tetap melayani demi kemanusian.
“Saya tahu kalian lelah, dalam tugas mulia ini, jadikanlah ketakutan dan kesepian itu sebagai guru terbaikmu. Dari sanalah mental pengabdian kita ditempa untuk menjadi pelayan masyarakat yang sejati,” pesan dr. Sakti Sitorus kepada para pegawai Puskesmas Longgar Apara.
Kehadiran duet Kadinkes dan Kapus di lokasi konflik ini membawa misi kemanusiaan yang netral. Penanganan medis diberikan secara adil kepada seluruh korban dari kedua desa yang bertikai.
Fokus utama mereka saat ini adalah stabilisasi kesehatan masyarakat dan pemulihan psikis nakes agar pelayanan di Puskesmas Longgar Apara maupun posko darurat di Kantor Desa Apara tetap berjalan maksimal.(IM / DW)





