Infomalukunews com. Jakarta–Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Solidaritas Pemuda Pemudi Desa (SPEDA) resmi membentuk delapan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di sejumlah daerah.
Daerah-daerah tersebut meliputi Daerah Khusus Jakarta, Provinsi Kalimantan Tengah, Provinsi Maluku, Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kabupaten Buru Selatan, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Langkah ini dinilai sebagai strategi konsolidasi organisasi dalam memperkuat peran pemuda desa sebagai penggerak pembangunan nasional, khususnya di wilayah kepulauan yang masuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Ketua Umum DPN SPEDA, Fadli Rumakefing, mengatakan pembentukan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia dari desa dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama.
“Pemuda desa di Kalimantan, Maluku, dan wilayah lainnya memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan berbasis lokal. Tantangan geografis justru melahirkan semangat kemandirian dan solidaritas yang kuat,” ujar Fadli, Minggu (12/04/2026).
Menurutnya, kehadiran DPW dan DPC tidak hanya berfungsi sebagai penguatan struktur organisasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa secara konkret.
Ia menambahkan, fokus gerakan SPEDA ke depan akan diarahkan pada pengembangan ekonomi desa dan digitalisasi sebagai kunci kemajuan.
Pemuda desa didorong untuk mengelola potensi lokal, seperti sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata berbasis komunitas.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai penting untuk memperluas akses pasar dan informasi, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat daya saing produk desa di tingkat nasional maupun global.
Melalui pembentukan struktur ini, SPEDA menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa di Indonesia.
“Dengan semangat gotong royong, kolaborasi, dan inovasi, pemuda desa diharapkan mampu menjadi ujung tombak perubahan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.(IM-06)







