IM,PIRU-Nasib miris menimpa warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dana bantuan mereka dipotong pihak distributor bahan bangunan.
Salah satu warga, Sudarto (50) mengaku pemotongan dana bahan bangunan tidak tanggung-tanggung.
“Kalau saya misalnya, yang rumahnya rusak ringan, harus dapat 10 juta. Tapi distributor potong 2 juta, sisa 8 juta,” ungkap Sudarto melalui pesan WhatsApp, Selasa (31/8/2021).
Warga Desa Waimital Kecamatan Kairatu itu mengeluhkan nilai bantuan yang berkurang, bukan karena tidak merasa syukur.
“Tapi ini soal transparan pemerintah atau siapa begitu. Intinya kami bukan tidak berterima kasih, tapi unsur kesengajaan begitu,” ujarnya dengan nada kesal.
Kekesalan penerima bantuan tersebut ikut diaminkan pihak penyalur dana, yakni KCP BNI Gemba.
Kepala KCP BNI Gemba Aditya mengaku adanya kasus dugaan pemotongan dana gempa tersebut yang diklaim warga.
Namun sesuai penjelasan oknum suplier bahan bangunan berinisial EN itu ke pihaknya yang bersangkutan mengaku sudah ada mediasi dengan pejabat kades.
Menurutnya, pihak yang datang mengeluhkan persoalan itu yakni kelompok penerima bantuan (KPB) Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu belum memperoleh kejelasan.
“Mereka katanya juga diputar-putar oleh yang bersangkutan,” terang Aditya.
Namun pihaknya kata Aditya sudah menjelaskan bahkan menyerahkan bukti transfer ke KPB Talaga Ratu.
“Cuma memang dari yang bersangkutan belum selesaikan ke KPB Dusun Talaga Ratu Desa Kairatu kata ketua KPB-nya,” terang Aditya.(pom)






