Infomalukunews.com. Ambon-Maraknya aksi tawuran antar pelajar di Kota Ambon dan sekitarnya mendapat sorotan serius dari Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tuanakotta/Tethool.
Ia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan di kalangan remaja yang dinilai bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan indikasi adanya persoalan mendasar dalam pendidikan karakter dan lingkungan sosial.
“Kita sangat prihatin. Anak-anak yang seharusnya fokus menuntut ilmu justru terlibat aksi kekerasan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ini alarm bahaya bagi kita semua,” ujar Saudah, Selasa (05/05/2026).
Menurutnya, penanganan tawuran pelajar tidak bisa hanya mengandalkan tindakan represif dari aparat kepolisian atau sanksi sekolah. Diperlukan pendekatan menyeluruh melalui sinergi keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan membangun komunikasi dengan anak, agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
“Jangan sampai orang tua baru sadar ketika anak sudah berhadapan dengan hukum atau menjadi korban. Komunikasi di rumah harus dibangun sejak dini,” tegasnya.
Selain itu, Saudah mendorong Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi program pembinaan siswa, termasuk memperkuat nilai kearifan lokal seperti pela gandong yang menanamkan semangat persaudaraan.
Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni, dan aktivitas kreatif sebagai wadah penyaluran energi remaja.
“Sekolah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan mental dan emosional siswa,” tambahnya.
Sebagai Ketua Komisi IV, Saudah berkomitmen mendorong regulasi yang lebih tegas terkait perlindungan anak dan pencegahan kenakalan remaja, termasuk sanksi bagi pihak yang memprovokasi tawuran.
“Mari kita selamatkan generasi masa depan Maluku. Hentikan tawuran dan kembalikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman,” pungkasnya.(IM-06)







