Aksi Damai Berujung Cekik: Jhon Psou Minta Asprov PSSI Maluku Diusut Tuntas

- Publisher

Saturday, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com, Ambon, 22 November 2025 – Suasana yang seharusnya menjadi panggung dialog sepakbola justru berubah menjadi insiden yang memalukan. Pembina Klub Maluku United, Jhon Psou, menyatakan bahwa aksi damai yang mereka lakukan bersama Yance Saia (Pembina Klub PSA) justru berujung pada tindakan kekerasan oleh oknum panitia yang disebut sebagai tim keamanan.

“Kami datang bukan untuk membuat kerusuhan. Ini aksi damai. Kami hanya ingin menyampaikan keresahan kami terhadap progresivitas Asprov PSSI Maluku langsung kepada Sekjen PSSI. Tapi kami malah didorong, bahkan dicekik,” ujar Jhon Psou.

Menurut pengakuannya, aksi tersebut dilakukan dengan itikad baik, tanpa niat merusak acara, tanpa provokasi, dan tanpa sikap frontal. Mereka hanya meminta ruang diskusi, berharap Sekjen PSSI dapat mendengar langsung kondisi sepakbola Maluku yang stagnan.

“Tidak ada niat untuk membuat kekacauan. Kami hanya ingin berbicara. Tapi respons yang kami terima jauh dari profesional, bahkan jauh dari manusiawi,” tegasnya.

Jhon menilai bahwa tindakan panitia mencerminkan buruknya tata kelola keamanan dalam acara resmi Asprov PSSI Maluku. Menurutnya, jika memang ada pengamanan acara, seharusnya dilakukan oleh institusi yang memiliki legitimasi hukum dan profesionalisme, seperti kepolisian atau TNI. Namun yang terjadi justru sebaliknya, oknum yang mengklaim sebagai tim keamanan bertindak sewenang-wenang tanpa standar prosedur.

“Itu bukan pengamanan. Itu intimidasi fisik. Seharusnya acara sebesar ini dikawal oleh aparat resmi, bukan orang-orang yang mengaku sebagai tim keamanan tapi justru menggunakan tangan mereka untuk membungkam suara kami,” katanya.

Insiden ini membuat pertanyaan besar menyeruak: mengapa suara aspirasi harus dibayar dengan kekerasan? Jhon mengaku tidak menyangka bahwa sekadar ingin bicara justru dianggap ancaman oleh sebagian pihak dalam kepanitiaan.

“Kami datang dengan data, dengan harapan, dan dengan tekad untuk membangun sepakbola Maluku. Tapi kami malah dianggap ancaman. Ini ironis,” ucapnya dengan nada kecewa.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Asprov PSSI Maluku tidak boleh menutup mata atas insiden ini. Baginya, ini bukan hanya urusan perlakuan kepada dua orang pembina klub, tetapi perlakuan terhadap masa depan sepakbola Maluku secara keseluruhan. “Kalau kami yang datang baik-baik saja dicekik dan didorong, bagaimana nanti nasib klub kecil yang minim suara?”

Jhon juga mempertanyakan sikap panitia yang langsung bersikap represif tanpa membuka ruang mediasi. Harusnya, menurutnya, dialog menjadi jalan keluar, bukan penolakan fisik.

“Aksi kami damai, kami tidak membawa massa, kami tidak mengacaukan acara. Kami hanya ingin bicara. Tapi cara kami ‘dibungkam’ menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak ingin dibicarakan oleh Asprov,” tegasnya.

Kini, mereka menuntut evaluasi menyeluruh terhadap keamanan acara Asprov PSSI Maluku serta meminta atensi langsung dari PSSI pusat. Tujuannya jelas: agar dialog tidak lagi dibalas dengan kekerasan.

“Ini bukan soal kami. Ini soal sepakbola Maluku. Kami akan tetap bersuara, tanpa kekerasan, tanpa kebencian. Karena sepakbola harus dibangun dengan profesionalisme, bukan ditutup dengan tangan yang mencekik,” pungkas Jhon Psou.(red )

Berita Terkait

Sidang Klinik eReL Kembali Digelar, Kuasa Hukum Soroti Klausul Pembebasan Tanggung Jawab
Jelang HUT ke-451, Wali Kota Ambon Dorong ASN Aktif Semarakkan Perayaan
Peduli Korban Kebakaran, Baznas Kota Ambon Salurkan 40 Paket Sembako di Batu Merah
HUT ke-78 Polwan, Kapolda Maluku Dorong Polwan Perkuat Profesionalisme dan Beri Dampak signifikan bagi Masyarakat
Satu Persatu Pejabat PUPR Provinsi Maluku Dan Mantan Kadis Ditahan, Imbas Dari Dana SMI Rp700 Miliar: Beranikah Kejati Periksa Murad Ismail Dan Sadli le?
Kejati Maluku Tahan Mantan Kadis PUPR Maluku “MM”, Dugaan Korupsi Air Bersih Pulau Haruku Rugikan Negara Rp3,83 Miliar
Kadis Dikbud Aru: Kompetensi Guru Jadi Kunci Tingkatkan Mutu Pendidikan
LSM GERINDO MALUKU DESAK APH USUT DUGAAN USAHA TANPA IZIN DI TELAGA NIPA, OMZET DIDUGA CAPAI PULUHAN MILIAR
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Wednesday, 2 September 2026 - 20:48 WIT

Sidang Klinik eReL Kembali Digelar, Kuasa Hukum Soroti Klausul Pembebasan Tanggung Jawab

Wednesday, 2 September 2026 - 14:25 WIT

Jelang HUT ke-451, Wali Kota Ambon Dorong ASN Aktif Semarakkan Perayaan

Wednesday, 2 September 2026 - 13:31 WIT

Peduli Korban Kebakaran, Baznas Kota Ambon Salurkan 40 Paket Sembako di Batu Merah

Wednesday, 2 September 2026 - 10:24 WIT

HUT ke-78 Polwan, Kapolda Maluku Dorong Polwan Perkuat Profesionalisme dan Beri Dampak signifikan bagi Masyarakat

Tuesday, 1 September 2026 - 06:55 WIT

Satu Persatu Pejabat PUPR Provinsi Maluku Dan Mantan Kadis Ditahan, Imbas Dari Dana SMI Rp700 Miliar: Beranikah Kejati Periksa Murad Ismail Dan Sadli le?

Berita Terbaru