Infomalukunews.com. Ambon–Anggota DPRD Provinsi Maluku, Wahid Laitupa, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim penghujan guna mengantisipasi potensi bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul terjadinya bencana di sejumlah wilayah akibat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Laitupa, masyarakat memiliki peran penting dalam meminimalisir risiko bencana, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan air maupun kawasan perbukitan yang berpotensi mengalami pergerakan tanah.
“Memasuki musim hujan, kita harus selalu waspada. Perhatikan kondisi lingkungan sekitar, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan longsor,” ujarnya dari Ambon, Selasa (05/05/2026).
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan tanda-tanda awal potensi bencana, seperti meningkatnya debit air secara tiba-tiba, munculnya retakan tanah, hingga pergeseran struktur bangunan.
“Jika tanda-tanda itu muncul, segera lakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Jangan menunggu hingga situasi memburuk,” tegasnya.
Selain itu, Laitupa mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air dan memperparah banjir.
Ia menilai, langkah sederhana seperti kerja bakti membersihkan drainase secara rutin dapat membantu mengurangi risiko genangan saat hujan deras.
“Ini tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan memperlancar aliran air dan menekan potensi banjir,” jelasnya.
Laitupa juga mendorong masyarakat untuk aktif memantau informasi cuaca dari instansi terkait serta memanfaatkan komunikasi di tingkat RT/RW atau desa guna saling berbagi informasi saat terjadi kondisi darurat.
Di sisi lain, ia mengingatkan para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak saat hujan, serta melarang mereka bermain di area berisiko seperti selokan, sungai, maupun lereng perbukitan.
“Keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama. Jangan lengah, karena bencana bisa terjadi kapan saja,” pungkasnya.
Ia berharap, peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem, sekaligus mendorong pemerintah daerah untuk terus memperkuat upaya mitigasi dan penanganan bencana di lapangan.(IM-06).







