Infomalukunews.com, Ambon – Tokoh muda Maluku, Faizal Marasabessy, memberikan apresiasi kepada Kepolisian Daerah (Polda) Maluku atas langkah tegas menangkap aktor provokator yang diduga menyerang nama baik Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa melalui isu agama.
Namun demikian, Faizal meminta Polda Maluku tidak berhenti pada penanganan kasus provokasi agama semata, melainkan juga serius menindaklanjuti laporan Gubernur Maluku tahun 2025 terkait dugaan pencemaran nama baik atas tuduhan keterlibatan Hendrik Lewerissa dalam organisasi terlarang Republik Maluku Selatan (RMS).
Menurut Faizal, persoalan tersebut menyangkut kehormatan dan integritas seorang kepala daerah, sehingga harus ditangani secara profesional dan transparan agar tidak terus berkembang menjadi opini liar di tengah masyarakat.
“Polda jangan hanya fokus di kasus provokator agama, tapi juga soal RMS. Kalau sudah dilaporkan, harus dikawal serius. Ini bukan sekadar laporan untuk menakut-nakuti provokator, tapi menyangkut nama baik seorang pimpinan daerah,” tegas Faizal kepada media ini, Sabtu (26/04/2026).
Ia menilai isu RMS sangat sensitif di Maluku karena berkaitan dengan aspek keamanan, sejarah, dan stabilitas sosial. Karena itu, jika terdapat penyebaran tuduhan atau informasi yang belum terbukti, aparat penegak hukum harus bergerak cepat agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Faizal juga menyinggung beredarnya foto-foto lama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama sejumlah tokoh yang dikaitkan dengan RMS di Belanda. Menurutnya, hal itu perlu diklarifikasi secara terbuka kepada publik agar tidak terus dipelintir untuk kepentingan tertentu.
“Kalau memang itu tidak benar, harus dijelaskan ke publik. Jangan dibiarkan menjadi bola liar yang terus dipakai menyerang nama baik gubernur,” ujarnya.
Selain itu, Faizal mempertanyakan perkembangan penanganan laporan tersebut yang dinilainya belum jelas hingga saat ini. Ia meminta Polda Maluku menyampaikan progres penyelidikan secara terbuka agar tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat.
“Sampai sekarang penanganannya belum jelas ujungnya. Apakah terlapor sudah diperiksa atau belum. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.
Sebelumnya mantan0 Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Areis Aminnulla menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan ahli terkait laporan tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan, interogasi saksi dan koordinasi dengan ahli,” ujar Areis.
Diketahui, salah satu saksi yang telah memenuhi panggilan penyidik adalah Sadam Bugis. Ia dimintai klarifikasi terkait komentar di grup WhatsApp mengenai foto-foto Gubernur Maluku bersama tokoh yang disebut terkait RMS.
Publik kini menunggu langkah tegas Polda Maluku untuk menuntaskan kasus tersebut, sehingga polemik yang menyeret nama Gubernur Maluku dapat memperoleh kepastian hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Polda Maluku maupun Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, terkait persoalan yang mencuat.(IM-03)







