Kapolres SBB Responsif, Pemuda Diminta Kawal Hukum Bukan Menghakimi

- Publisher

Wednesday, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com. Seram Bagian Barat, Maluku – Tokoh masyarakat SBB, Marsel Maspaitella, menilai bahwa kinerja Kapolres Seram Bagian Barat (SBB) hingga saat ini masih menunjukkan sikap responsif terhadap berbagai pengaduan masyarakat. Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja aparat penegak hukum harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, bukan berdasarkan asumsi atau tekanan opini yang berkembang di tengah publik.

Menurutnya, wacana yang mendorong evaluasi hingga pencopotan Kapolres SBB perlu disikapi secara bijak dan proporsional. Ia menilai, menjadikan satu kasus sebagai tolok ukur utama dalam menilai kinerja Kapolres merupakan pendekatan yang tidak rasional. Maspaitella secara tegas menyoroti bahwa kasus pembakaran ekskavator tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menghakimi kinerja kepolisian secara keseluruhan.

Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli S.I.K,M.M, tetap bekerja dan cukup responsif terhadap setiap pengaduan masyarakat. Penilaian harus objektif, tidak bisa hanya bertumpu pada satu kasus lalu menyimpulkan kinerja secara keseluruhan,” ujar Maspaitella.

Ia menjelaskan bahwa dalam praktik penegakan hukum, terdapat banyak variabel yang mempengaruhi proses penyelidikan dan penyidikan suatu perkara. Oleh karena itu, publik diminta untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa melihat keseluruhan aspek yang ada.

“Menjadikan kasus pembakaran ekskavator sebagai barometer utama untuk mengevaluasi bahkan mendorong pencopotan Kapolres adalah indikator yang tidak rasional. Itu tidak mencerminkan penilaian yang adil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Maspaitella mengajak seluruh elemen pemuda di SBB untuk tidak bersikap apatis terhadap dinamika penegakan hukum. Ia menekankan bahwa pemuda memiliki peran penting sebagai kontrol sosial yang konstruktif, dengan cara mengawal proses hukum secara objektif, bukan justru menghakimi tanpa dasar yang jelas.

“Pemuda jangan apatis. Fungsi kita adalah mengawal penegakan hukum agar tetap profesional, bukan menghakimi tanpa dasar. Kritik boleh, tapi harus berbasis fakta,” katanya.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa masih terdapat sejumlah kasus yang belum terselesaikan atau terkesan mandek. Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di tingkat Polres SBB, melainkan juga ditemukan di beberapa Polsek.

“Kasus mandek bukan hanya di Polres SBB, tetapi juga di Polsek. Karena itu kita dorong penyidik melalui Kasat Reskrim agar lebih semangat dan maksimal dalam menyelesaikan perkara,” ujarnya.

Menurut Maspaitella, dorongan dari masyarakat, khususnya elemen pemuda, merupakan bagian dari fungsi kontrol yang sangat penting dalam mendorong penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum dapat terus diperkuat demi menciptakan kepastian hukum di wilayah SBB.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja aparat kepolisian merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif, adil, dan berdasarkan indikator yang jelas, bukan karena tekanan opini sesaat.

“Evaluasi itu penting, tapi harus objektif dan profesional. Jangan karena opini sesaat lalu kita menghakimi. Yang kita butuhkan adalah penegakan hukum yang kuat dan berkeadilan,” tutupnya.(IM-03)

Berita Terkait

Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua
Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94
Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil
Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan
Hadiri Wisuda Perdana UMM, Kapolda Maluku: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan
Skandal Dugaan Sunat Dana PIP di SMA 6 Telaga Nipa, LSM Gerindo Desak APH Tangkap Kepsek
Gali Bukti Dua Perkara, Kejati Maluku Periksa Dirut dan Saksi Nasabah
DPO Terpidana Asusila Berhasil Diamankan Tim Tabur Kejari Buru
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Saturday, 2 May 2026 - 09:32 WIT

Hardiknas 2026 di Aru Gaungkan Semangat Pendidikan untuk Semua

Saturday, 2 May 2026 - 07:27 WIT

Pemuda Muhammadiyah Maluku Luncurkan Tiga Program Strategis di Milad ke-94

Saturday, 2 May 2026 - 07:25 WIT

Hari Buruh, Watubun Ajak Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adil

Saturday, 2 May 2026 - 07:23 WIT

Pascabanjir dan Longsor, Lewerissa Dorong Relokasi Warga di Zona Rawan

Saturday, 2 May 2026 - 07:21 WIT

Hadiri Wisuda Perdana UMM, Kapolda Maluku: Lulusan Harus Jadi Agen Perubahan

Berita Terbaru