“Mengurai Benang Kusut di HMI” 

- Publisher

Friday, 16 January 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Vincent Menasetiabudy Caketum HmI Cabang Ambon

Infomalukunews.com, Ambon Maluku- Himpunan mahasiswa Islam Lahir di era dunia sedang diperhadapkan dengan konflik ideologi antara komunisme dan kapitalisme, serta kondisi negara secara internal sedang diperhadapakan pada konflik ideologi, dan kini memasuki 26 tahun abad dua satu, dari fase ke fase himpunan mahasiswa islam tetap memiliki karakteristik keumatan dan kebangsaan. Pilar ini terus menjadi esensi dalam setiap gerak baik dalam aspek internal maupun ekstenal. Di era ini, sering disebut dengan era keterbukaan namun HmI masih memiliki pondasi nilai sebagaimana tertuang dalam NDP BAB 7-islam dan ilmu pengetahuan. Meski sebagian dari kader terindikasi mengabaikannya, tetapi hal tersebut terus elenvital dalam menjawab situasi umat dan bangsa saat ini, sebab ketuhanan dan kemanusiaan tanpa ilmu pengetahuan ibarat lampu tanpa sumber daya energi. Dari sinilah kekusutan tersebut terus menjadi potret yang menganga namun hampir terabaikan dalam konsolidasi kader saat ini. Dinamika keilmuan bukan terserabut sendirinya, namun fatalnya adalah keburaman sejarah dan gampangnya akses informasi membuat kader tak lagi memiliki spirit tentang politik dan islam dalam pentas nasional dan lokal, apalagi di HmI cabang Ambon yang sangat memiliki relasi historis atas politik integral kini tak terlihat dalam setiap momentum ke momentum.

Menghadapi sutuasi ini di momentum konfrensi ke “XXXIV”, kita menjadikan ide tentang islam dan ilmu pengetahuan menjadi suatu kemenangan bersama, agar himpunan ini bisa melahirkan cendikiawan muda dalam menghadapi fenomena abad 21. Seluruh kader baik yang menjadi calon maupun kader yang tidak, mari bersama mengurai kembali tentang islam dan ilmu pengetahuan sehingga di himupunan ini kita mengurai ulang tentang islam dan politik umat bagi bangsa dan daerah. Potret bangsa saat ini, menandakan tergerusnya posisi intelektual muslim dalam memberikan semacam pikiran-pikiran tehtang situasi global, nasional, dan daerah merupakan suatu gejala paradox of planting, gejala dimana kita menerima informasi begitu banyak tetapi sulit memverifikasi kebenarannya. Untuk itu dipandang perlu di era paradox dengan menghitung usia abad dua satu telah melahirkan satu usia kepemimpinana dalam sosiologi disebut dengan GEN-Z. Maka dipandang perlu untuk kita semua melakukan semacam kontemplasi atas eksistensi himpunan mahasiswa Islam, agar kita tidak terlihat disorentasi atas apa yang kita miliki bersama.

Momentum pengambilan keputusan tertinggi pada level cabang, dalam hemat berfikit saya menjadikan visi “HMI Back TO Basic” adalah kegelisahan kader dengan status sebagai GEN-Z, merindukan semacam kemegahan sejarah himpunan ini yang mana usianya adalah usia antara abad 20 dengan gejolak idiologi, dan abad 21 dengan gejolak minformasi dan segala ketidak pastian. Dalam konteks demikian sebagai kader dengan memiliki landasan nilai perjuangan saatnya kita memenangakan bersama ide-ide kumatan, kenangsaan, dan, keilmuan. Sehingga wadah ini terus menjadi rumah bagi kita dan bagi umat manusia. Disadari sungguh bahwa mengurainya seperti mengurai benang kusut, tetapi dengan usia dan distribusi kader distiap institusi formil maupun non formil, jika solidaritas atas nama keumtan dan kebangsaan dengan landasan nilai yang kita miliki maka semuanya akan mememangkan ide dan nilai

sebagaimana mana menjadi ciri khas kader HMI. Bagi kami, himpunan ini memiliki segudang data dan metode hanya saja ditenga kegilaan zaman, kita tergerus oleh arus ketidak pastian informasi sehingga kita menjadi paradox ditengah kemegahan institusi, suda saatnya kita melakukan radikal break untuk kembali ke khita dan solidaritas umat dan bangsa.(red)

Berita Terkait

Komisi IV Dorong Penambahan Anggaran Operasional SMA Siwalima pada APBD 2026
Sahertian Dukung Pemkot Ambon Utamakan Edukasi, Sanksi Denda Sampah Jadi Opsi Terakhir
Wajo Minta PD Panca Karya Segera Aktifkan Bahtera Nusantara
Terkuak! BPK Temukan Belanja BBM Tak Sesuai, Kendaraan Ketua TP-PKK SBB Masuk Daftar Temuan
Kapolda Maluku dan Kakanwil Imigrasi Perkuat Sinergi Jaga Gerbang Timur Indonesia, Awasi Orang Asing hingga Kawal PSN Blok Masela
Peringati Hari Kebaya Nasional, Lisa Wattimena: Tanamkan Cinta Budaya pada Anak Sejak Dini
Pemuda Muhammadiyah Siap Buka Posko Perjuangan Rakyat, Desak Keadilan Pengelolaan SDA Maluku
Polda Maluku Dukung Penilaian Ombudsman RI, Wakapolda Tegaskan Komitmen Perkuat Pelayanan Publik yang Bersih dan Akuntabel
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 19:36 WIT

Komisi IV Dorong Penambahan Anggaran Operasional SMA Siwalima pada APBD 2026

Monday, 27 July 2026 - 19:27 WIT

Sahertian Dukung Pemkot Ambon Utamakan Edukasi, Sanksi Denda Sampah Jadi Opsi Terakhir

Monday, 27 July 2026 - 19:23 WIT

Wajo Minta PD Panca Karya Segera Aktifkan Bahtera Nusantara

Monday, 27 July 2026 - 17:31 WIT

Terkuak! BPK Temukan Belanja BBM Tak Sesuai, Kendaraan Ketua TP-PKK SBB Masuk Daftar Temuan

Monday, 27 July 2026 - 17:00 WIT

Kapolda Maluku dan Kakanwil Imigrasi Perkuat Sinergi Jaga Gerbang Timur Indonesia, Awasi Orang Asing hingga Kawal PSN Blok Masela

Berita Terbaru

Daerah

Wajo Minta PD Panca Karya Segera Aktifkan Bahtera Nusantara

Monday, 27 Jul 2026 - 19:23 WIT