Kecam Rahmat Saleh, Alumni Mapala Dukung Raja Juli Antoni

- Publisher

Friday, 5 December 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com,jakarta- Pernyataan anggota DPR Komisi IV dari PKS, Rahmat Saleh yang meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mundur karena dianggap gagal menjaga hutan sehingga menjadi penyebab banjir besar di tiga provinsi di Sumatera menuai kecaman keras.

Komunitas alumni Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) menilai kritik keras Rahmat Saleh salah alamat, menyesatkan dan asal bunyi. Hal ini disampaikan Abdullah Keliobas, mantan Ketua Umum Mahipala IAIN Ambon dan presidium sidang pertemuan nasional Mapala se-Indonesia tahun 2018, kepada media ini, Jumat (5/12/2025).

Menurut Abdullah Keliobas, kerusakan hutan Indonesia termasuk di Sumatera sudah berlangsung selama berpuluh tahun dan mengalami puncaknya di masa menteri Zulkifli Hasan dan Siti Nurbaya.

“Laju konsesi hutan untuk tambang, perkebunan secara ugal-ugalan itu terjadi pada masa Zulhas dan Nurbaya, bagaimana mungkin akumulasi kerusakannya ditimpakan bulat-bulat kepada Raja Juli Antoni yang baru setahun menjabat?”, tanya Obas.

Menurut Obas, justru dalam setahun terakhir banyak gebrakan besar yang dilakukan Raja Juli Antoni guna melindungi hutan Indonesia. Diantaranya adalah pencabutan ratusan ribu hektar penguasahaan hutan dari tangan swasta nakal, pemberian ijin kehutanan secara hati-hati dan prudent, program rehabilitasi hutan secara besar-besaran, pembenahan seluruh taman nasional dalam waktu singkat, dan lain sebagainya.

“Menhut RJA justru dimusuhi banyak pelaku bisnis nakal karena kebijakannya tersebut, sehingga seharusnya diapreasiasi agar semakin eksplosif dalam menjaga dan merehabilitasi hutan Indonesia, bukannya malah diminta mundur,” kecam Wakil Sekjen DPP KNPI ini.

Obas, tokoh muda asal Seram, Maluku ini memahami kemarahan Rahmat Saleh yang mewakili daerah pemilihan Sumatera Barat yang juga dilanda banjir parah. Namun, pernyataannya yang membabi buta dan asal bunyi justru berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak yang merasa terganggu dengan sepak terjang menteri Raja Juli Antoni.

“Menata ulang sektor kehutanan dan memperbaiki akumulasi kerusakannya tentu bukan lah tugas yang mudah, namun kami percaya Menteri RJA punya kesungguhan, sehingga harus diberikan waktu dan dukungan,” tandas Abdullah Keliobas.(IM-03)

Berita Terkait

Agar Tidak Terhambat, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1503/Tual Distribusi Bahan ke Seluruh Sasaran RTLH di Kepulauan Aru
Polisi Amankan Pelaku Pembacokan di Batu Merah Ambon, Situasi Kamtibmas Kondusif
Oknum Prajurit Diproses, Danyonif/735 Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran
Hasil Penilaian Adipura 2025: Kota Ambon Masuk Kategori Dalam Pembinaan
Amankan Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Wakapolda Maluku Bersama Forkopimda Ikuti Rakor Nasional Pengamanan Mudik dan Idul Fitri 2026
Transformasi Pendidikan Polri, Seleksi S-2 STIK Fokus Integritas dan Kompetensi
Telah Layani 5445 Orang Pasien, Pelayanan Medis Gratis RSK NW II di Benjina Resmi Ditutup Bupati Kaidel. 
Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1503/Tual ke Desa Longgar dan Apara Gunakan KMN Rondar
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 3 March 2026 - 11:14 WIT

Agar Tidak Terhambat, Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1503/Tual Distribusi Bahan ke Seluruh Sasaran RTLH di Kepulauan Aru

Monday, 2 March 2026 - 23:29 WIT

Polisi Amankan Pelaku Pembacokan di Batu Merah Ambon, Situasi Kamtibmas Kondusif

Monday, 2 March 2026 - 21:43 WIT

Oknum Prajurit Diproses, Danyonif/735 Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran

Monday, 2 March 2026 - 21:02 WIT

Hasil Penilaian Adipura 2025: Kota Ambon Masuk Kategori Dalam Pembinaan

Monday, 2 March 2026 - 19:42 WIT

Amankan Ramadhan dan Idul Fitri 2026, Wakapolda Maluku Bersama Forkopimda Ikuti Rakor Nasional Pengamanan Mudik dan Idul Fitri 2026

Berita Terbaru