Menarik! Masyarakat Desa Laha Olah Tulang Ikan Cakalang Menjadi Tepung.

- Publisher

Tuesday, 15 July 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com, Ambon,–Masyarakat Dusun Air Manis Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, menggelar pelatihan pembuatan pakat atau pelet ikan berbahan baku tepung dari tulang ikan cakalang.

Pelatihan pembuatan pakan atau pelet ikan ini, bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di desa setempatan.

Bagaimana tidak, Desa Laha merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki potensi perikanan cukup besar, Desa dengan luas wilayah mancapai 50,50 km² dan jumlah penduduk sekitar 10.226 jiwa (Dinas Dukcapil Kota Ambon, 2018), sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan pedagang ikan (papalele).

Desa Laha sendiri memiliki letak geografis yang strategis, menjadikannya sebagai pusat produksi ikan pelagis seperti tuna, tongkol, cakalang, serta jenis lainnya seperti layang, kembung, dan selar.

Selain dijual dalam kondisi segar, ikan-ikan tersebut juga diolah menjadi produk olahan seperti, ikan asar (ikan asap) yang merupakan makanan khas dan oleh-oleh masyarakat Maluku.

Namun, limbah dari pengolahan ikan ini, seperti tulang dan bagian tak terpakai lainnya yang belum dimanfaatkan secara optimal, dan umumnya hanya menjadi sampah.

Padahal, limbah tulang ikan, khususnya cakalang, mengandung nilai gizi yang tinggi dan sangat potensial untuk diolah menjadi pakan ikan dalam bentuk pelet.

Olehnya itu, Melalui program pengabdian masyarakat ini, dilakukan pelatihan kepada kelompok masyarakat mitra “MAMANELA” di Dusun Air Manis, Desa Laha, untuk memanfaatkan limbah tulang ikan cakalang menjadi pelet ikan.

Hal ini disampaikan, Hartono Nurlete saat menggelar sosialisai penyuluhan pembuatan pakat atau pelet lembah tulang ikan, yang didampingi Pramita Wally dan Nurainy Kaliky. Senin (14/07/2025).

Menurutnya, program ini, bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk kreatif berbasis sumber daya lokal.

“Permasalahan utama di Dusun Air Manis meliputi kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola limbah ikan serta minimnya kreativitas kewirausahaan,” kata Nurlete.

Dijelaskan, solusi yang ditawarkan adalah, pelatihan teknik pengolahan limbah ikan menjadi produk pelet dengan bahan tambahan alami, yang dapat mendukung terbentuknya usaha baru dan meningkatkan ekonomi masyarakat secara mandiri.

“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan limbah ikan, Mengembangkan produk kreatif berupa pelet ikan dari tulang ikan cakalang, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat dalam membangun usaha mandiri dan berkelanjuta,” jelasnya.

Kegiatan ini kata dia, melibatkan 41 anggota kelompok masyarakat “MAMANELA”, dan metode kegiatan meliputi, Sosialisasi dan Koordinasi, Penyampaian program kepada aparat desa dan kelompok masyarakat, selain itu, Pengadaan alat seperti mesin pencacah, mesin pelet, terpal pengering, dan bahan seperti tepung tulang ikan, dedak, tepung jagung, sagu, dan tapioka.

“Dalam pelatihan ini, materi diberikan secara singkat, dilanjutkan dengan praktik langsung oleh peserta di bawah bimbingan tim PKM. pendampingan intensif ini dilakukan agar mitra mampu memproduksi secara mandiri menggunakan alat yang telah disediakan,” ujarnya.

Menariknya, Hasil pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan pelet dengan kualitas fisik yang baik, yang mana, Indikator Rata-rata (%)

Kualitas nutrisi

82.9%

Ukuran dan tekstur

85.4%

Daya apung

85.4%

Pengaruh terhadap pertumbuhan ikan

90.2%

Tidak menyebabkan kekeruhan air kolam

85.4%

Selain itu, Kualitas tersebut didukung oleh pemilihan bahan baku alami, komposisi nutrisi yang seimbang, serta teknik pembuatan yang tepat. Pelet juga tahan lama dan tidak mudah hancur di air, memenuhi standar pakan budidaya yang baik, seperti Aspek Pemasaran Produk, yang dimana Indikator Rata-rata (%).

Harga sesuai kualitas

78%

Ketersediaan produk di pasaran

97.6%

Kemudahan pembelian

70.7%

Informasi produk yang jelas

68.3%

Respon layanan pelanggan

95.1%

“Strategi pemasaran mulai dikenalkan kepada peserta melalui penyuluhan mengenai marketing mix (produk, harga, promosi, dan tempat) agar mereka mampu menjual produknya secara efektif dan menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, program pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan masyarakat Dusun Air Manis, dalam mengolah limbah tulang ikan cakalang menjadi pelet ikan bernutrisi.

Selain membuka peluang usaha baru, kegiatan ini juga membekali masyarakat dengan keterampilan kewirausahaan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan mengembangkan ekonomi lokal.

Produk pelet yang dihasilkan terbukti layak secara fisik dan nutrisi serta memiliki potensi pasar yang baik. (IM-06)

Berita Terkait

Pemkot Ambon Ikuti Penilaian HAM Nasional oleh Komnas HAM RI
Ketika Negara Menafsirkan Darurat Tanpa Batas
Milad PKS Maluku Jadi Ajang Kebersamaan dan Pemberdayaan Warga
Soekarno Cup U-17 Wadah Anak Muda Asah Prestasi dan Sportivitas Resmi Bergulir di Ambon
Dandim 1503/Tual dan Forkopimda Sukseskan Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih
SMPN 24 Ambon Gelar Pendukung Cup Season 3, Ajang Cetak Bibit Pesepak Bola Muda Berprestasi
Pemkot Gelar Pattimura Fest, Sekaligus Canangkan HUT ke-451 Kota Ambon
Buka Jambore Cabang 2026, Wali Kota Ambon: Pramuka Adalah Ujung Tombak Menuju Indonesia Emas 2045
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 19 May 2026 - 19:20 WIT

Pemkot Ambon Ikuti Penilaian HAM Nasional oleh Komnas HAM RI

Monday, 18 May 2026 - 21:44 WIT

Ketika Negara Menafsirkan Darurat Tanpa Batas

Monday, 18 May 2026 - 21:29 WIT

Milad PKS Maluku Jadi Ajang Kebersamaan dan Pemberdayaan Warga

Sunday, 17 May 2026 - 16:40 WIT

Soekarno Cup U-17 Wadah Anak Muda Asah Prestasi dan Sportivitas Resmi Bergulir di Ambon

Sunday, 17 May 2026 - 00:59 WIT

Dandim 1503/Tual dan Forkopimda Sukseskan Peresmian 1.061 Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru

Daerah

Pemkot Ambon Ikuti Penilaian HAM Nasional oleh Komnas HAM RI

Tuesday, 19 May 2026 - 19:20 WIT

Daerah

Ketika Negara Menafsirkan Darurat Tanpa Batas

Monday, 18 May 2026 - 21:44 WIT