Infomalukunews.com, Ambon,–Korwil (LSM) LIRA Maluku Lembaga Swadaya Masyarakat, Lumbung Informasi Rakyat Jan Sariwating, mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Agoes Soenanto Prasetyo periksa Sekda Provinsi Maluku Sadali Ie Dan Oknum Jaksa AH, Sabtu (14/06/2025).
Desakan itu, terkait ada pernyataan AH untuk melaporkan Sadali Ie di Kejaksaan Agung RI atas data kasus dana Reboisasi, pasalnya, Jaksa AH juga perna kelokasi untuk Lidik kasus reboisas. AH diduga tidak mendapatkan jatah dari dana tersebut.

“Sebelum AH memasukan datanya di Kejagung RI, saya minta dengan tegas, Pimpinan Kejati Maluku harus periksa Sadali le atas pernyataan anak buahnya sendiri, karena dengan pernyataan oknum jaksa itu, sudah menjadi pintu masuk untuk kasus dana reboisasi diusut tuntas oleh Kejati Maluku,”desak Lira Maluku itu.

Selain Sadali Ie, Jan juga meminta Kejati Maluku memanggil dan memintai keterangan oknum jaksa AH terkait dengan pernyataan yang sudah terpublikasi oleh media, hal itu agar tidak menjadi dugaan yang aneh, terhadap Kejati Maluku atas ulah oknum jaksa tersebut
“Kasus reboisasi ini harus diusut tuntas jangan padang bulu, didunia ini tidak ada orang yang kebal hukum, siapa pun yang salah harus diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini,” bebernya.
Dikatakan dia, akibat ulah oknum-oknum pejabat yang sudah merampok uang Negara, Tetapi belum disentuh oleh Hukum inilah yang menyebabkan masyarakat Maluku semakin susah.
“Harapan saya, dengan pernyataan oknum jaksa AH ini, Kejati sudah harus periksa Sadli le, jangan tunggu lama,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya. Dimana oknum Jaksa AH dilingkup Kejati Maluku akan berikan data kasus Reboisasi mantan Kadis Kehutanan Maluku Sadali Ie di Kejaksaan Agung RI.
Pasalnya, Proyek Reboisasi di empat Kabupaten yakni SBT, ARU, MBD dan KKT yang menelan anggaran miliaran rupiah, yang ditanggani Sadali Ie itu diduga mangrak.
“Tak ada satu pun yang tumbuh,” ungkap AH.
Bahkan, dirinya siap berikan Data kejahatan Sadli le ke Kejagung.
“Anakan kayu mahoni untuk kertas itu sebenarnya untuk pulp. Namun yang ditanam ternyata pohon mangga dan pohon Kalbasa, makanya semua proyek ini gagal semua, yang bahaya, semua tetanaman ini tidak ada satu pun yang tumbuh,” paparnya.(IM-03)






