IM-Ambon, — Polda Maluku menyiagakan sekitar 3.400 personel gabungan untuk melakukan pengamanan arus mudik lebaran 2022 yang diperidiksi akan di mulai 28 April mendatang.
“Kita seluruhnya 3.400 seluruh jajaran. Dari TNI ada 400-an, sisanya Polri,”kata Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, usai mendampingi Gubernur Murad Ismail mengecek Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Salawaku di Alun-alun Markas Brimob Polda Maluku, Jumat, (22/4).
Lotharia menyebutkan bahwa pengarahan pasukan TNI-Polri dilakukan untuk mengantisipasi sejumlah permasalahan titik rawan yang membahayakan keselamatan pemudik selama pulang kampung melalui moda transportasi laut maupun darat.
Titik rawan yang perlu diwaspadai adalah cuaca ekstrim dan gelombang tinggi pasalnya Maluku daerah kepulauan yang diwaspadai untuk keselamatan pemudik yang sebagian besar menggunakan jalur laut.
Pengamanan juga difokuskan di tempat-tempat yang menjadi pintu masuk pemudik seperti Bandara dan Pelabuhan. Atas dasar itu, Lotharia mengimbau pihak otorititas KSOP Pelabuhan untuk memperhatikan aspek keselamatan terhadap armada-armada yang mengangkut penumpang mudik.
Menurutnya, aspek ini tak boleh diabaikan samasekali karena keselamatan perlu didahulukan jangan karena mementingkan keinganan masyarakat untuk mudik sehingga angkutan kapal melebihi kapasitas muatan.
“Ini yang perlu diperhatikan dengan baik jangan mementingkan keinginan pemudik sehingga kapal diisi ovor kapasitas,” ucapnya.
“Yang kita lakukan monitoring bersama TNI, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Bhabinpotmar di lapangan, kita juga memonitor pelabuhan-pelabuhan rakyat ternyata tidak ada petugas,”imbuh dia menjelaskan
Untuk mengantisipasi keselamatan pemudik pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kelas I Karang Panjang Ambon terkait kondisi cuaca di perairan di Maluku.
Sementara itu, untuk memberikan rasa aman bagi warga Polda Maluku dan Polres jajaran sudah mendirikan 77 pos pengamanan mudik dan lebaran 2022. Rinciannya, 47 pos pengamanan, 27 pos pelayanan dan 4 pos terpadu di sejumlah ruas jalan untuk melakukan pemantauan selama warga melakukan aktivitas.
“Kami sudah mendirikan 47 pos pam (Pengamanan), 27 pos Yan (Pelayanan) dan 4 pos Terpadu untuk diisi personel gabungan baik TNI-Polri dan unsur pemerintah terkait,”kata Lotharia melalui keterangan pers yang didampingi Komandan Lanut Pattimura, Pangdan XVI Pattimura dan Komandan Lantamal Ambon di Alun-alun tribun Brimob Polda Maluku.
Diketahui, pemerintah tahun ini tak melarang masyarakat untuk mudik selama masa pandemi Covid-19. Polisi pun tak melakukan penyekatan.
Namun, Presiden Joko Widodo menegaskan agar kegiatam mudik ditata sebaik mungkin. Dalam sidang kabinet, dia memerintahkan Kapolri, Panglima TNi, dan Menteri Perhubungan untuk mempersiapkan jalur mudik. (IM03)





