Infomalukunews.com, Ambon – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Maluku menargetkan penghimpunan zakat menjelang bulan Ramadhan 2026 ini lebih tinggi. Namun, saat ini Baznas Maluku lagi dalam kondisi tidak baik sehingga penghimpunan zakat tidak maksimal.
Hal ini disampaikan oleh Kabid Program Baznas Provinsi Maluku, Ustad Abdul Karim Tawaulu kepada media ini di kantor Baznas Maluku Lantai II Gedung Azhari Ambon, Rabu (3/1/2026).
“Baznas ini kan lembaga negara non- struktural. Jadi yang memberikan zakat itu dari pemerintah daerah lewat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mereka punya satu organisasi kecil yang di bentuk oleh Baznas dinamakan Unit Pengumpul Zakat atau UPZ”, ujarnya.
Tawaulu mengatakan bahwa sudah satu tahun lebih sampai saat ini tidak ada setoran dari Unit Penghimpunan Zakat (UPZ) yang dibentuk di OPD – OPD, sehingga penyaluran tidak maksimal, ungkapnya.
Sebenarnya target kami di tahun 2026 tepatnya di bulan Ramadhan ada kegiatan – kegiatan. Seperti di tahun 2024 lalu, kami kerja sama dengan bank Maluku, bank BI, BSI Syariah dan kami akan menyalurkan paket Ramadhan, parcel Ramadhan, Ramadhan lansia, dan para penyapu jalan.
Tetapi saat ini entah karena efisien anggaran sehingga beberapa kali kami mengirimkan proposal tidak di respon dengan baik dan kami memaklumi itu, ujar Tawaulu.
Lebih lanjut Tawaulu, di tahun 2026 ini mungkin yang kami jalankan hanya program Baznas pusat. Nanti Baznas pusat memberikan program lalu Baznas Maluku merialisasikan program tersebut.
Tawaulu menyebut, Ada dua program yang sangat baik dan itu secara reguler setiap tahun dilakukan yakni penyaluran zakat fitrah dan penyaluran paket Ramadhan bahagia. Paket Ramadhan bahagia itu dia sistem parcel satu paket di dalamnya berisi sembako dan alat shalat dan itu bisa di angka 300 sampai 500 paket.
Kemudian zakat fitrah biasanya kami dapatkan itu di angka 3.000 paket, cuma di tahun 2025 itu Baznas Maluku hanya kebagian 250 paket, tapi kami melakukan negosiasi ulang ada permohonan sebagai mana permintaan ke pimpinan Baznas pusat untuk penambahan zakat fitrah sebanyak 1.000 paket dan di tambah 250 paket jadi berjumlah 1.250 paket, ujarnya.
Paket ini dibagikan ke beberapa Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Maluku Tengah, SBT, Malra, Kota Tual. Dan kami sedang mengusulkan ini untuk Baznas Kota Ambon, Buru, Kepulauan Tanimbar, dan Aru, kata Tawaulu.
Selain itu, Tawaulu menyebut ada kegiatan – kegiatan non- himpunan seperti sosialisasi kepada masyarakat untuk menyalurkan zakat ke Baznas Maluku.
“Kami berharap semoga di bulan Ramadhan ini pemerintah daerah Provinsi Maluku bisa punya kepedulian karena program yang kami jalankan itu juga semata – mata bukan nama Baznas tetapi itu juga membantu pemerintah provinsi dalam hal pemantasan kemiskinan. Apalagi di era sekarang ini kondisi di Indonesia kemiskinan ekstrim itu semakin tinggi sehingga itu menjadi beban pemerintah”, harapnya.
Harapan kami kepada Gubernur Maluku agar bisa membantu kami baik itu dalam bentuk arahan kepada OPD – OPD agar mereka mengaktifkan dan mengefisiensi kembali unit penghimpunan zakat (UPZ) yang sudah dibentuk oleh Baznas Maluku untuk mereka menghimpun zakat dan sedekah dan itu kami realisasikan dalam bentuk program yang bersifat pemberdayaan maupun kusus, pungkas Tawaulu.(IM-03)






