Rekonsiliasi Diperkuat, Aparat Gabungan Jaga Stabilitas Luhu–Iha

- Publisher

Tuesday, 31 March 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infomalukunews.com. Ambon–Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bersama TNI dan Polri memperkuat upaya rekonsiliasi dalam penyelesaian konflik antara Desa Luhu dan Desa Iha, sekaligus menekan berbagai bentuk provokasi yang masih terjadi di lapangan.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan resmi di ruang rapat lantai II Kantor Bupati SBB, Desa Morekau, Kecamatan Seram Barat, Senin (30/03/2026).

Pertemuan dipimpin Bupati SBB Asri Arman dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Dandim 1513/SBB Letkol Inf Jaka Putra Dinda, Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifly, serta Kepala Kejaksaan Negeri SBB Anto Widi Nugroho.

Turut hadir Wakil Bupati Selfianus Kainama, Sekda Leverne Alvin Tuasuun, pimpinan OPD, aparat keamanan, serta tokoh agama dan masyarakat dari kedua desa.

Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifly menjelaskan, konflik bermula dari tindakan perorangan berupa penganiayaan pada 4 Februari 2026 yang kemudian berkembang menjadi aksi balasan dan memicu eskalasi.

“Peristiwa awal berkembang menjadi reaksi berantai, termasuk pembakaran pangkalan ojek di sekitar Gunung Tembaga pada hari yang sama, yang kemudian memicu aksi saling balas,” ujarnya.

Akibat rangkaian kejadian tersebut, sejumlah kendaraan bermotor dilaporkan terbakar. Aparat gabungan TNI, Polri, dan Brimob bersama pemerintah daerah telah melakukan pengamanan serta mediasi, termasuk pertemuan-pertemuan parsial yang menghasilkan kesepakatan di tingkat desa.

Kapolres juga menyebut, menjelang Ramadan kedua desa sempat menyelesaikan persoalan secara mandiri dan situasi relatif kondusif. Namun, kondisi kembali terganggu akibat munculnya provokasi yang belum diketahui sumbernya.

“Masih terdapat bunyi-bunyian seperti ledakan atau tembakan yang meresahkan masyarakat. Selain itu, ada juga kasus penganiayaan ringan dan beberapa kejadian lain yang masih dalam penyelidikan,” katanya.

Terkait insiden terbakarnya dapur salah satu sekolah di perbatasan Desa Iha dan Luhu, pihak kepolisian menegaskan penyebabnya masih dalam proses penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.

Saat ini, aparat TNI, Polri, dan Brimob masih disiagakan di kedua desa guna menjaga stabilitas keamanan. Masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat rekonsiliasi, menekan potensi konflik lanjutan, serta mendorong pemulihan situasi keamanan agar kembali normal dan kondusif di wilayah Seram Bagian Barat.(IM-06)

Berita Terkait

Longboat Mati Mesin dan Bocor, Tiga Warga Kepulauan Aru Dievakuasi Tim SAR
Ketua Fraksi Tual Maju Usul Kendaraan Plat Luar Tetap Bisa Isi BBM Subsidi Asal Pajak Hidup
DPRD Tual Tutup Masa Sidang II, Serahkan 35 Pokok-Pokok Pikiran ke Pemkot
AFIRMASI INDIGENOUS RESILIENCE DI JEMAAT GPM RAMBATU KLASIS KAIRATU
HUT ke-451 Kota Ambon, Hendrik Lewerissa Serukan Ambon Bersih dan Damai
Cepat Tanggap, Bhabinkamtibmas Latdalam bersama Warga berhasil padamkan titik api Karhutla
HUT Ke-451, Wali Kota Ambon Ajak Masyarakat Jadikan Kebersihan sebagai Budaya
Polda Maluku Perkuat Benteng Ideologi Personel Hadapi Ancaman Radikalisme dan Intoleransi
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 8 September 2026 - 21:50 WIT

Longboat Mati Mesin dan Bocor, Tiga Warga Kepulauan Aru Dievakuasi Tim SAR

Tuesday, 8 September 2026 - 20:36 WIT

Ketua Fraksi Tual Maju Usul Kendaraan Plat Luar Tetap Bisa Isi BBM Subsidi Asal Pajak Hidup

Tuesday, 8 September 2026 - 20:29 WIT

DPRD Tual Tutup Masa Sidang II, Serahkan 35 Pokok-Pokok Pikiran ke Pemkot

Tuesday, 8 September 2026 - 18:28 WIT

AFIRMASI INDIGENOUS RESILIENCE DI JEMAAT GPM RAMBATU KLASIS KAIRATU

Tuesday, 8 September 2026 - 18:22 WIT

HUT ke-451 Kota Ambon, Hendrik Lewerissa Serukan Ambon Bersih dan Damai

Berita Terbaru