Infomalukunews.com, Ambon – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku menyatakan dukungan terhadap langkah hukum tim kuasa hukum Gubernur Maluku, Dodi L. K. Soselissa, yang telah melaporkan Hendrik Waeleuru ke Polda Maluku terkait pernyataan di sejumlah media sosial yang dinilai menyerang kehormatan dan nama baik Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Ketua Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik Pemuda Muhammadiyah Maluku, Wandri Makasar, meminta aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat.
Menurut Wandri, pernyataan yang beredar luas tersebut diketahui tersebar melalui grup WhatsApp dengan menggunakan akun bernama “Opposite Offset.”
“Saya meminta kepada Kapolda Maluku agar segera menelusuri dan menangkap oknum penyebar informasi yang menyerang kehormatan dan nama baik Gubernur Maluku serta membawa-bawa isu agama,” tegas Wandri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai narasi yang berkembang di ruang publik, terutama isu yang mengaitkan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dengan sentimen agama.
Menurutnya, tudingan atau dugaan yang berkembang di media sosial harus disikapi secara bijak dan proporsional, dengan mengedepankan klarifikasi serta informasi yang akurat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Wandri menilai bahwa dalam kehidupan masyarakat Maluku yang majemuk, menjaga kerukunan antarumat beragama merupakan hal yang sangat penting. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan tidak membangun narasi yang dapat memicu perpecahan.
“Sebagai umat Islam, terlebih di bulan suci Ramadan, sebaiknya kita lebih fokus menjalankan ibadah puasa, memperbanyak amal kebaikan, serta menjaga sikap dan lisan dari hal-hal yang dapat memicu konflik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menyampaikan kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun kritik tersebut harus disampaikan secara santun, objektif, dan tidak membawa-bawa sentimen agama yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Wandri juga mengajak masyarakat untuk tidak menghabiskan energi pada polemik yang belum tentu memiliki dasar yang jelas, melainkan mendorong dialog yang sehat dan saling menghormati.
“Maluku dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan toleransi. Karena itu, mari kita bersama-sama menjaga suasana yang damai dan kondusif, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” tutupnya.(IM-03)







