Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat — Bentrokan berdarah antara warga Dusun Ani dan Pawai warga RT 06 Dusun Tanah Goyang Desa Loki kecamatan huamual pada Jumat dini hari (sekitar pukul 01.00 WIT) menjadi sorotan serius publik. Insiden ini menyebabkan hampir 10 orang mengalami luka, baik ringan maupun berat, dan memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.
Korban luka ringan telah ditangani di Puskesmas Tanah Goyang, sementara korban luka berat dirujuk ke RSUD Piru hingga ke RST Ambon untuk mendapatkan perawatan intensif. Kondisi ini memperlihatkan bahwa konflik yang terjadi bukan lagi skala kecil, melainkan sudah masuk kategori darurat yang membutuhkan perhatian penuh pemerintah daerah.
Di tengah situasi tersebut, sorotan keras justru mengarah kepada Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman. Masyarakat menilai kepala daerah tidak boleh bersikap bingung apalagi terkesan “cuci tangan” terhadap konflik yang sudah menelan korban.
Kata salah satu warga kepada media ini selasa (21/3/26) Bupati harus hadir di garis depan, mengambil kendali, dan menunjukkan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah. Sebab, menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab utama pemerintah daerah.
“Bupati jangan bingung dan jangan cuci tangan. Ini sudah ada korban. Harus bertanggung jawab dan turun langsung,” tegas salah satu warga.
Desakan ini bukan tanpa alasan. Warga menilai konflik yang berujung bentrokan ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan diduga sudah memiliki bibit persoalan sebelumnya yang tidak ditangani secara serius. Ketidaktegasan dan lambatnya respons dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.
Selain itu, Kapolres SBB AKBP Andi Zulkifli juga didesak untuk bertindak cepat dan tegas. Aparat kepolisian diminta segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pihak-pihak yang diduga menjadi pemicu bentrokan.
Namun demikian, masyarakat menegaskan bahwa tanggung jawab utama tetap berada di tangan pemerintah daerah, khususnya Bupati sebagai pemimpin tertinggi di wilayah tersebut.
Kekhawatiran akan konflik susulan kini semakin meningkat. Jika tidak ada langkah cepat dan tegas, situasi dikhawatirkan dapat meluas dan kembali memakan korban yang lebih banyak.
Sebagai bentuk tekanan, masyarakat dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati SBB pada Rabu mendatang. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut Bupati Asri Arman untuk tidak berdiam diri, melainkan mengambil tanggung jawab penuh atas konflik berdarah yang terjadi.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih terpantau tegang. Aparat keamanan telah bersiaga, namun belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres SBB terkait penyebab bentrokan maupun identitas para korban.
Masyarakat berharap Bupati tidak lagi bersikap pasif. Kepemimpinan yang tegas dan kehadiran langsung di tengah masyarakat dinilai menjadi kunci untuk meredam konflik dan mencegah jatuhnya korban berikutnya.
“Ini saatnya Bupati bertanggung jawab, bukan bingung atau cuci tangan,” tegas warga.(IM-03)





