InfoMalukuNews.com,Ternate — Dugaan praktik bermasalah yang dikaitkan dengan aplikasi “Folgers” kembali menjadi sorotan setelah sejumlah member mempertanyakan mekanisme paket, perhitungan pendapatan, pencairan saldo hingga perubahan status akun.
Aktivitas yang sebelumnya disebut berkembang di wilayah Maluku Utara itu kini diduga telah merambah Kota Ambon hingga Kabupaten Maluku Tengah, termasuk Pulau Banda.
Informasi yang diterima InfoMalukuNews.com menyebutkan, aktivitas tersebut telah berlangsung sudah enam bulan dan menawarkan sejumlah paket kepada calon member melalui mekanisme pembelian produk dengan iming-iming pendapatan tertentu.
Namun, sejumlah data pada tangkapan layar aplikasi yang diterima redaksi menunjukkan adanya paket bernilai jutaan rupiah yang disertai perhitungan pendapatan harian dan total pendapatan dengan nilai jauh lebih besar dari harga paket.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai produk yang sebenarnya diperjualbelikan, sumber pendapatan member, dasar perhitungan keuntungan serta mekanisme pencairan dana.
Tangkapan Layar Tampilkan Paket hingga Rp5,4 Juta

Dalam salah satu tangkapan layar halaman “Produk Saya”, tercantum Penghasilan Hari Ini Rp0 dan Total Penghasilan Rp2.498.500.
Pada produk dengan kode B1, tercantum:
Harga: Rp1.590.000
Pendapatan setiap 1 hari: Rp103.350
Durasi: 0/49
Total Penghasilan: Rp5.064.150
Pendapatan Diterima: Rp0
Sementara pada tangkapan layar lainnya, tercantum Penghasilan Hari Ini Rp147.480 dan Total Penghasilan Rp22.927.070.
Beberapa produk yang terlihat antara lain:
Produk J-540
Harga: Rp5.400.000
Setiap 10 hari: Rp5.400.000
Durasi: 1/2
Total Penghasilan: Rp10.800.000
Pendapatan Diterima: Rp5.400.000
Produk PW-76
Harga: Rp4.930.000
Setiap 1 hari: Rp271.150
Durasi: 23/57
Total Penghasilan: Rp15.455.550
Pendapatan Diterima: Rp6.236.450
Produk T0
Harga: Rp90.000
Setiap 1 hari: Rp4.500
Durasi: 33/36
Total Penghasilan: Rp162.000
Pendapatan Diterima: Rp148.500
Pada bagian bawah tangkapan layar juga terlihat produk dengan kode P1, namun data yang tersedia tidak lengkap sehingga redaksi tidak mencantumkan angka yang tidak dapat dipastikan.
Persyaratan Pembelian Kartu Penarikan Dipertanyakan

Selain paket produk tersebut, informasi yang diterima redaksi menyebutkan adanya persyaratan pembelian kartu tertentu yang dikaitkan dengan proses penarikan dana.
Menurut informasi yang beredar di kalangan member, terdapat beberapa jenis kartu dengan harga dan batas penarikan yang berbeda.
Rincian yang diterima redaksi antara lain:
Kartu Perak
Harga normal: Rp1.430.000
Harga diskon: Rp858.000
Masa berlaku: 365 hari
Batas penarikan per hari: Rp2.300.000
Kartu Emas
Harga normal: Rp2.800.000
Harga diskon: Rp1.680.000
Masa berlaku: 365 hari
Batas penarikan per hari: Rp5.000.000
Kartu Platina
Harga normal: Rp5.000.000
Harga diskon: Rp3.000.000
Masa berlaku: 365 hari
Batas penarikan per hari: Rp10.000.000
Redaksi belum dapat memastikan secara independen siapa pihak yang menetapkan harga kartu tersebut, bagaimana dasar penetapan batas penarikan, serta apakah pembelian kartu memang merupakan persyaratan resmi dalam sistem Folgers.
Karena itu, mekanisme tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka oleh pihak yang mengelola aplikasi.
Perbedaan Total Penghasilan dan Dana yang Diterima
Data pada tangkapan layar juga memperlihatkan adanya perbedaan antara angka Total Penghasilan dengan Pendapatan Diterima.
Misalnya, produk PW-76 mencatat total penghasilan Rp15.455.550, sementara pendapatan diterima baru tercatat Rp6.236.450.
Produk J-540 mencatat total penghasilan Rp10.800.000, sedangkan pendapatan diterima Rp5.400.000.
Pada produk B1, total penghasilan tercatat Rp5.064.150, tetapi pendapatan diterima masih Rp0.
Perbedaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai kerugian atau pelanggaran hukum karena redaksi belum memperoleh dokumen lengkap mengenai ketentuan masing-masing paket.
Namun, kondisi tersebut menjadi penting untuk dijelaskan kepada member, terutama mengenai apakah angka yang tercantum merupakan pendapatan yang dijanjikan, bonus, komisi, hasil penjualan produk, atau perhitungan lain dalam sistem aplikasi.
Member Keluhkan Kesulitan Penarikan dan Akun Diduga Berubah
Sejumlah informasi yang diterima redaksi menyebutkan adanya member yang mengalami kesulitan menarik saldo.
Salah satu persoalan yang dipertanyakan adalah munculnya akun yang disebut oleh member sebagai “akun palsu”, setelah mereka memasuki tahapan tertentu dalam proses pencairan.
SusilaWatty, yang disebut berada di wilayah Ternate, kepada media ini kamis (68/10/2026) menyampaikan pengalaman yang menurutnya berbeda dengan member lainnya.
Kata SusilaWatty, Semua org yg beli kartu hari pertama, semua masuk bukan saya saja, hari kedua yg tara masuk, semua penarikan sampai saat ini
Saya punya kominikasi degan manager juga tara di respon
Manager Folgers Clarissa
Ibu oni itu sy rekrut teman, teman rekrut ibu oni
Sy rekrut pertama tuj beberapa teman dekat dg anak sendiri
Sy ikut mulai dr kecil, keuntungan dg modal sy putar ulang di folgers samua Ikut pertama dr 90, 780, 4 dan 9 jt Yg banyak masuk dana meet up tim yg manager kirim.
Rekening saya sudah masuk, tapi anggota lainnya tidak bisa tarik, muncul akun palsu,” ujar SusilaWatty.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari yang bersangkutan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui data transaksi, riwayat rekening, sistem aplikasi serta keterangan member lainnya.
Informasi yang diterima media ini dari salah satu member yang menyatakan langsung ke susilaWatty: bahwa bisnis Folgers ini siapa yang bawah ke Ternate jawabannya, bahwa bisnis Folgers ini lewat di IG saya diakhir mey 2026, langsung saya sampaikan buat anak saya dan teman dekat.
SusilaWatty disebut berada di wilayah Ternate, sementara Clarissa disebut memiliki peran dalam koordinasi program dari pusat.
Namun, sampai berita ini disusun, redaksi belum memperoleh dokumen resmi yang dapat memastikan struktur pengelolaan Folgers, hubungan kedua nama tersebut dengan badan usaha pengelola, maupun kewenangan mereka terhadap sistem aplikasi dan pencairan dana.
Karena itu, dugaan mengenai keterkaitan kedua nama tersebut dengan pengelolaan aplikasi, transaksi, akun maupun proses pencairan dana masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan aparat hukum.
Polda Maluku Utara Diminta Telusuri Peran dan Aliran Dana dan OJK untuk memblokir rekening BRI 367601000022565 A/n PT Velora Karya Indo dan A/n Imantara Estia Cell.
Munculnya berbagai keluhan member membuat aparat penegak hukum dinilai perlu melakukan penelusuran apabila laporan atau pengaduan masyarakat memang telah diterima.
Polda Maluku Utara diharapkan dapat memeriksa secara menyeluruh dugaan praktik bermasalah yang dikaitkan dengan Folgers, termasuk menelusuri siapa pengelola aplikasi, legalitas badan usaha, rekening penerima dana, aliran transaksi, sistem paket, mekanisme pembelian kartu, serta proses pencairan saldo.
Nama Clarissa dan Susila Watty yang disebut dalam informasi masyarakat juga perlu diklarifikasi secara objektif untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan masing-masing, jika memang terdapat hubungan dengan operasional atau pemasaran program tersebut.
Jika ditemukan bukti adanya tindak pidana, aparat dapat mengambil langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebaliknya, apabila kegiatan tersebut memiliki dasar usaha yang sah, pihak pengelola juga perlu memberikan penjelasan dan menunjukkan legalitas serta mekanisme bisnisnya kepada publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Perlu Ditelusuri hingga Pulau Banda
Aktivitas yang disebut telah berkembang dari Maluku Utara hingga Kota Ambon dan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, juga menjadi perhatian karena berpotensi melibatkan masyarakat di wilayah yang lebih luas.
Terlebih, nama Clarissa dan Susila Watty disebut-sebut dalam informasi yang diterima redaksi berkaitan dengan aktivitas Folgers di wilayah tersebut.
Khusus Pulau Banda, informasi mengenai keterlibatan masyarakat setempat perlu diverifikasi untuk mengetahui berapa banyak member yang mengikuti program, berapa nilai transaksi yang telah dilakukan, serta apakah terdapat member yang mengalami kesulitan pencairan.
Data tersebut penting agar persoalan tidak berhenti pada informasi media sosial atau percakapan antarmember, tetapi dapat diuji melalui bukti transaksi dan keterangan resmi.
Legalitas dan Mekanisme Bisnis Harus Dibuka
Dengan munculnya paket mulai dari Rp90 ribu hingga Rp5,4 juta, ditambah informasi mengenai kartu dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah, publik berhak mendapatkan penjelasan mengenai model bisnis yang dijalankan.
Beberapa hal yang perlu dijelaskan antara lain:
Siapa badan usaha atau pihak hukum yang mengelola Folgers.
Apa produk atau jasa yang sebenarnya dijual.
Dari mana sumber pendapatan yang diberikan kepada member.
Apa dasar perhitungan pendapatan harian.
Mengapa terdapat perbedaan antara total penghasilan dan pendapatan diterima.
Apakah pembelian kartu merupakan syarat resmi pencairan.
Siapa penerima pembayaran pembelian paket dan kartu.
Bagaimana mekanisme pengembalian atau pencairan dana.
Apa penyebab akun member mengalami perubahan status.
Apakah seluruh transaksi tercatat dalam rekening dan badan usaha yang sah.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut penting dijawab agar masyarakat dapat memahami apakah kegiatan tersebut benar-benar merupakan transaksi jual beli produk atau memiliki mekanisme lain.
Klarifikasi Pihak Terkait Ditunggu
Redaksi InfoMalukuNews.com membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Clarissa, Susila Watty maupun pihak pengelola aplikasi Folgers untuk menjelaskan tudingan, mekanisme bisnis, legalitas, sistem paket, pembelian kartu serta persoalan pencairan dana yang dipersoalkan sejumlah member.
Redaksi juga menegaskan bahwa penyebutan nama dalam berita ini didasarkan pada informasi yang diterima dan masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.
Tidak ada pihak yang dapat dinyatakan bersalah hanya berdasarkan informasi atau keluhan yang belum diuji melalui proses hukum.
Masyarakat Diminta Tidak Terburu-buru
Masyarakat yang menerima tawaran program serupa diimbau tidak terburu-buru melakukan pembayaran sebelum memahami legalitas usaha, produk yang diperjualbelikan, mekanisme keuntungan dan ketentuan pencairan dana.
Member yang merasa dirugikan juga disarankan menyimpan seluruh bukti, termasuk:
bukti transfer;
bukti pembelian paket;
bukti pembelian kartu;
percakapan dengan pihak yang menawarkan program;
tangkapan layar saldo;
riwayat pencairan;
perubahan status akun; dan identitas rekening tujuan transaksi.
Bukti-bukti tersebut dapat menjadi bahan penting apabila masyarakat memilih membuat pengaduan kepada aparat penegak hukum.
InfoMalukuNews.com akan terus menelusuri perkembangan informasi terkait dugaan persoalan aplikasi Folgers ini, termasuk menunggu klarifikasi pihak-pihak yang namanya disebut serta perkembangan penanganan dari aparat penegak hukum.(IM-03)







