Infomalukunews.com, Seram Bagian Barat — Kepolisian Resor Seram Bagian Barat (Polres SBB) menegaskan komitmennya dalam menangani secara serius peristiwa ledakan yang terjadi di Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIT.
Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, S.I.K., M.M., membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, Polres SBB telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi tersebut.
“Setiap kejadian yang mengganggu rasa aman masyarakat, apalagi yang mengandung unsur teror, tidak pernah kami anggap sebagai kriminal biasa. Penanganan dilakukan secara serius, profesional, dan menyeluruh,” tegas Kapolres.
Peristiwa ledakan terjadi tepat di depan rumah salah satu warga Desa Seriholo. Saat kejadian, pemilik rumah dan keluarga sedang beristirahat dan langsung menyelamatkan diri setelah mendengar suara ledakan. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

Akibat ledakan, sejumlah kerusakan material ditemukan di lokasi kejadian, antara lain papan penutup teras rumah hancur, bangunan kecil penutup kuburan rusak, atap seng rumah mengalami kebocoran akibat hempasan material, serta tanah di sekitar titik ledakan mengalami kerusakan.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Identifikasi dan Unit Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Seram Bagian Barat segera mendatangi lokasi untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan pada Minggu siang.
Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, penyidik menemukan fakta bahwa ledakan diduga berasal dari benda peledak yang dilempar oleh orang tidak dikenal (OTK) pada saat situasi di sekitar rumah dalam keadaan sepi. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa para saksi belum mengetahui identitas pelaku. Namun demikian, penyidik telah mengantongi sejumlah petunjuk awal yang saat ini masih terus didalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut.
Menanggapi pemberitaan media yang menyebut peristiwa tersebut bukan kriminal biasa dan meminta penanganan serius, Kapolres SBB menegaskan bahwa Polres Seram Bagian Barat menghargai perhatian serta aspirasi masyarakat.
“Kami memahami kekhawatiran publik. Perlu kami sampaikan bahwa sejak awal kasus ini ditangani secara serius dan berjenjang. Proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan metode ilmiah kepolisian dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa,” jelasnya.
Kapolres juga memastikan bahwa apabila dalam proses penyelidikan ditemukan perkembangan signifikan, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan perkara sesuai ketentuan yang berlaku.
Polres Seram Bagian Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau melihat hal-hal yang mencurigakan.
“Kami hadir untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat. Perkembangan penanganan kasus ini akan kami sampaikan secara berkala sesuai mekanisme yang berlaku,” tutup Kapolres.(IM-03)






