Infomalukunews.com, Ambon- Diskusi publik yang digelar oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara menjadi forum strategis untuk membahas kesiapan daerah dalam menghadapi rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) yang diproyeksikan sebagai pusat ekonomi maritim di kawasan Timur Indonesia.
Kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur Pemerintah Daerah, DPRD, akademisi, organisasi kepemudaan, hingga organisasi kemasyarakatan. Diskusi tersebut bertujuan menggali peluang, tantangan, serta langkah strategis yang harus dipersiapkan Maluku Tenggara agar mampu memanfaatkan pembangunan pelabuhan terpadu tersebut secara maksimal.
Dalam diskusi, pemerintah daerah menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang terintegrasi, peningkatan infrastruktur pendukung, serta penguatan sektor perikanan sebagai sektor unggulan masyarakat pesisir. Sementara itu, pihak legislatif melalui Ketua Komisi II DPRD Malra menegaskan perlunya regulasi yang berpihak kepada masyarakat serta pengawasan kebijakan, agar nelayan dan masyarakat lokal tidak tersisih dari dampak ekonomi pembangunan.
Dari perspektif akademik, pembangunan Maluku Integrated Port dinilai sebagai momentum besar untuk memperkuat ekosistem ekonomi maritim berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam pengembangan rantai produksi perikanan dari penangkapan hingga distribusi ke pasar yang lebih luas.
Melalui diskusi tersebut, Pemuda Muhammadiyah Maluku Tenggara juga berkomitmen merumuskan pokok-pokok pikiran strategis yang nantinya akan direkomendasikan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Maluku Tenggara sebagai bahan masukan dalam menyongsong pembangunan Maluku Integrated Port.(Tim)





