Infomalukunews.com, Ambon–Reuni Akbar Kedua Alumni SMP Negeri Titawai 1957–Maluku Tengah, menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi serta peran alumni untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, secara resmi disahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), program kerja, serta kepengurusan Badan Pengurus Pusat (BPP) Persekutuan Alumni SMP Negeri Titawai 1957–Maluku Tengah.
Ketua Badan Pengurus Pusat Alumni, Hendrik Tomasoa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh alumni lintas angkatan yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya Reuni Akbar Kedua.
“Atas nama Badan Pengurus Pusat Persekutuan Alumni SMP Negeri Titawai 1957–Maluku Tengah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh alumni yang telah hadir dan berpartisipasi dalam Reuni Akbar Kedua ini,” ujar Hendrik Tomasoa, Minggu (04/01/2026).
Ia menegaskan bahwa alumni SMP Negeri Titawai akan melanjutkan perjuangan organisasi dengan fokus utama pada pembangunan fisik sekolah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, alumni merancang delapan bidang program kerja yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hukum dan HAM, sosial, ekonomi, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Program-program tersebut disesuaikan dengan kemampuan alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri,” ujarnya.
Tomasoa, menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar membangun wacana, tetapi menghadirkan kerja-kerja nyata yang berdampak langsung bagi pendidikan, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Reuni Akbar Kedua juga menjadi ajang refleksi sejarah panjang SMP Negeri Titawai yang dibangun pada tahun 1958 dan melahirkan lulusan pertama pada tahun 1960.
“Sekolah ini telah melahirkan banyak tokoh dan profesional yang berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” jelas Tomasoa.
Sejumlah alumni ternama lahir dari SMP Negeri Tidakwai, di antaranya almarhum Dr. Said Sauburuah, mantan Wakil Gubernur Maluku; Lele Uri, mantan Wakil Bupati Maluku Tengah; serta Dr. Fredilad Mahina, yang pada masa mudanya pernah mewakili pemuda Republik Indonesia sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
“Selain itu, Pendeta Dr. Jakob Nauwai dikenal luas sebagai tokoh pendidikan dan rohani nasional serta penulis puluhan buku teologi yang digunakan di berbagai sekolah tinggi teologi di Indonesia,” pungkasnya.
Hingga kini, alumni SMP Negeri Tidakwai tersebar di hampir seluruh bidang profesi, mulai dari hakim, jaksa, advokat, dokter, akademisi hingga profesor, termasuk profesor-profesor muda, serta pelaku usaha di berbagai sektor.
Diketahui, Reuni Akbar Kedua Alumni SMP Negeri Titawai berlangsung sejak 2 hingga 5 Januari 2026 dan dipusatkan di halaman SMP Negeri 19 Maluku Tengah.
Kegiatan itu, menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi alumni lintas generasi.
Reuni tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya Anggota DPD RI Bisri As Shiddiq Latuconsina, Camat Nusalaut, unsur TNI–Polri, pimpinan pemerintahan setempat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak sekolah.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kontribusi alumni dalam mendukung kemajuan pendidikan di Maluku Tengah. (IM-06).





