Infomalukunews.com, Ambon, 25 Juni 2025 — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa kembali menuai kritik tajam dari kalangan pemuda. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maluku menilai kepemimpinan gubernur saat ini jauh dari aspirasi rakyat, bahkan disebut telah gagal total dalam menjalankan roda pemerintahan.
Wakil Ketua Bidang Potensi Pemuda KNPI Maluku, Sadam Bugis, menyampaikan bahwa berbagai wilayah di Maluku masih mengalami ketertinggalan, sementara sang gubernur justru fokus pada pembangunan rumah dinas mewah.
“Kita lihat sendiri, banyak wilayah di Maluku yang masih tertinggal secara infrastruktur. Rakyat hidup susah, tapi gubernur malah sibuk membangun rumah dinas megah untuk menjamu tamu. Padahal pejabat negara yang bepergian sudah difasilitasi negara—tempat tinggal dan makan sudah ditanggung,” ujar Sadam, Rabu (25/6).
Ia menegaskan, perhatian pemerintah seharusnya lebih tertuju pada persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Gubernur harusnya berpikir: rakyat hari ini makan apa? Anak-anak bisa sekolah atau tidak? Bisa berobat atau tidak? Bukan malah sibuk soal tempat jamuan,” lanjutnya.
KNPI juga menyayangkan sikap gubernur yang menuntut kritik disertai solusi, tetapi tidak membuka ruang dialog bagi pemuda.
“Kami pernah bersurat resmi untuk berdiskusi, tapi tidak pernah direspons. Dalam Musrenbang, RPJMD, dan forum-forum resmi lain pun kami tak dilibatkan. Sekarang tiba-tiba minta solusi dari pemuda, tapi ruang dialognya ditutup. Apa sebenarnya maunya gubernur ini?” tegas Sadam.
Dengan nada tegas, Sadam kembali menantang Gubernur Hendrik Lewerissa untuk introspeksi.
“Saya tegaskan kepada Gubernur ya, bahwa ruang berkomunikasi dan memberikan solusi itu tempatnya pada Musrenbang, Forum RPJMD, dan FORKOPIMDA. Kenapa kita tidak diundang, Pak Gubernur? Jangan sampai bicara soal solusi tapi justru menutup pintu-pintu dialog yang resmi dan terbuka,” ujarnya.
Ia bahkan menyindir gaya komunikasi sang gubernur yang dianggap penuh pencitraan.
“Jangan banyak ngeles di depan publik. Tidak salah kalau banyak yang bilang gubernur ini seperti aktor Bollywood—penuh drama dan abal abal”
Sadam juga menyoroti pernyataan kontroversial gubernur yang pernah mengatakan “anjing menggonggong, kafila berlalu” saat menanggapi kritik publik.
“Ini kepala daerah atau siapa? Tidak pantas bicara seperti itu. Gubernur ini konyol. Kepemimpinannya sudah kacau balau,” katanya.
KNPI Maluku secara tegas meminta Gubernur Hendrik Lewerissa untuk menghentikan gaya kepemimpinan yang elitis dan tidak empatik, serta membuka ruang partisipasi yang inklusif bagi masyarakat, terutama generasi muda.(reed)





