Dugaan Pungli DANDIM 1506 Namlea, PERMAHI Siap Gaungkan Seribu Like Copot!

- Publisher

Sunday, 22 June 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Infomalukunews.com, Ambon,–Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Ambon Yunasril La Galeb, Meminta kepada Pangdam XV/PATTIMURA dan Danrem 151 Binaiya untuk segera mencopot Dandin 1506 Namlea.

Hal itu Karena adanya dugaan keras melakukan tindakan pungli atau pemerasan pada pihak penambang emas gunung botak.

Desakan disampaikan langsung oleh Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Maluku), Yunasril La Galeb, saat ditemui awak media, Jumat (20/06/2025)

“Untuk menyikapi problem tersebut kami akng segera menggelar aksi Gaungkan Seribu Like Copot Dandim 1506 Namlea. Hal ini tentu sebagai keresahan dan tindakan serius organisasi dalam menjaga nilai-nilai konstitusi di bumi raja-raja khususnya di Kabupaten Buru”. Ujar Yunasril

Menurutnya , tindakan tersebut sangat sangat miris sebab selain melanggar konstitusi hal tersebut tentu telah mencoreng nama baik institusi TNI. Dikarenakan diduga melakukan tindakan pungli terhadap para penambang dan juga memasang Pos pengamanan di beberapa titik pada Tambang ilegal gunung botak padahal kita tau bahwa Tugas dan fungsi TNI sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Tindakan ini justru melanggar konstitusi Negara kesatuan Republik Indonesia Serta Mencoreng Nama Baik Institusi TNI

“Kami dapat menduga keras ada keterlibatan Dandim 1506/Namlea karena membiarkan Anggotanya melakukan tindakan yang melawan konstitusi karena membangun pos pengamanan pada beberapa titik diantaranya POS JALUR A, POS ANAHONI-WASBOLI, POS JANDA, dan POS TANAH MERAH yang sudah Hampir 3 tahun beroperasi,” ujar Yunasril

Tindakan seperti ini sangat miris sebab kata dia, ada upaya pemerasan pada pihak penambang dan membiarkan aktivitas pemakaian bahan kimia berbahaya berbahaya jenis sianida (CN), merkuri (Hg) dan bahan kimia berbahaya yang di ijinkan masuk dan di gunakan tidak sesuai dengan standar yang berlaku.

Dikatakan, permasalahan ini tentu sangat serius dan harus segera disikapi secara tegas dan kami meminta secara tegas kepada PANGDAM XV PATTIMURA dan DANREM 151 Binaiya untuk segara mencopot DANDIM 1506 Namlea.

“Jika tidak kami akang melaporkan ini ke Mabes TNI untuk mengevaluasi pangdam XV PATTIMURA dan jajarannya. bersamaan akan dilakukan konfrensi pers sekaligus melakukan aksi protes pada pekan ini,” pungkasnya. (IM-06)

Berita Terkait

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram
Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.
Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!
Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru
25.383 KK di Ambon Terima Bantuan Beras, Wali Kota Bodewin: Pastikan Tepat Sasaran dan Jangan Diperjualbelikan
3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini
Sempat Hilang Kontak Saat Melaut, Warga Kairatu Ditemukan Meninggal di Kedalaman 20 Meter
Hangat dan Penuh Kebersamaan, Kodam XV/Pattimura Rayakan HUT LVRI-PPAD Bersama Masyarakat
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 13 August 2026 - 22:13 WIT

Warga Waipirit Tuntut Kepastian Hukum, Ancam Palang Jalan Lintas Seram

Thursday, 13 August 2026 - 22:08 WIT

Kapolda Maluku tunjuk Iptu Chalid Waliulu sebagai Kapolsek Leihitu Ganti Iptu La Ode Muhammad Yusdiman yang Terlibat Narkotika.

Thursday, 13 August 2026 - 18:25 WIT

Pemerintah Dusun Pasir Panjang Kecam Aksi Demonstrasi di Polres SBB: Kami Tidak Pernah Diwakili!

Thursday, 13 August 2026 - 14:56 WIT

Teach4Hope Hadir di Pulau Boleng, NTT, Dorong Peningkatan Kompetensi Guru

Thursday, 13 August 2026 - 04:56 WIT

3.000 Anak PAUD Kibarkan Semangat Merah Putih, Bodewin: Cinta Indonesia Harus Ditanamkan Sejak Dini

Berita Terbaru