Abdul Muthalib Sangadji dan Keadilan yang Tertunda

- Publisher

Monday, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Salidin Wally

Infomalukunews,com. Ambon–Setiap tahun, bangsa ini memperingati Hari Pahlawan dengan penuh gegap gempita. Upacara digelar, monumen dibersihkan, dan nama-nama pahlawan kembali disebut sebagai simbol pengorbanan dan kebesaran jiwa. Namun, di tengah semangat itu, Maluku kembali menelan kekecewaan: tokoh besar Abdul Muthalib Sangadji, pejuang yang kiprahnya tak terbantahkan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, hingga kini belum juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Kenyataan ini terasa ironis. Negara yang menjunjung tinggi semboyan Bhinneka Tunggal Ika justru seolah abai terhadap kontribusi wilayah timur Indonesia, terutama Maluku daerah yang sejak awal turut mengalirkan darah dan air mata demi merah putih.

Abdul Muthalib Sangadji bukan sekadar pejuang lokal. Ia adalah simbol intelektual dan nasionalis sejati yang menyalakan semangat kemerdekaan di kalangan generasi muda saat itu.

NAMA-NAMA
PAHLAWAN NASIONAL THN 2025.

Kegagalan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepadanya tidak bisa semata-mata dianggap sebagai persoalan administratif atau kurangnya dokumen sejarah. Lebih dari itu, ini menyangkut penghargaan moral dan keadilan politik sejarah.

Ketika pengakuan terhadap tokoh-tokoh dari Maluku dan kawasan timur terus terabaikan, sesungguhnya negara sedang menafikan semangat persatuan yang dahulu diperjuangkan dengan darah dan nyawa.

Abdul Muthalib Sangadji adalah bagian dari denyut awal kebangkitan nasional. Ia aktif dalam pergerakan kemerdekaan, berjuang melalui gagasan dan tindakan nyata yang melampaui batas geografis dan etnis. Mengabaikan jasanya berarti menunda proses rekonsiliasi sejarah antara pusat dan daerah.

Sudah saatnya pemerintah menghentikan praktik menjadikan gelar Pahlawan Nasional sekadar seremoni politik tahunan. Penghargaan terhadap pahlawan semestinya berdasar pada keteladanan, kontribusi nyata, dan makna perjuangan bagi bangsa, bukan karena kedekatan politik atau popularitas regional.

Maluku tidak menuntut belas kasihan. Yang dituntut adalah keadilan sejarah pengakuan yang proporsional atas jasa para pejuang dari timur negeri ini. Karena tanpa penghargaan yang merata terhadap seluruh anak bangsa, Indonesia tidak akan pernah benar-benar utuh dalam makna dan semangat kemerdekaannya. (IM-06)

Berita Terkait

Polda Maluku Perketat Verifikasi Administrasi Calon Taruna Akpol 2026, Wujudkan Rekrutmen Presisi Berbasis Merit
Ratusan Massa Adat Luhu Datangi Polres SBB, Kapolres Janji Tetapkan Tersangka dan Tahan Pelaku Korupsi ADD/DD-PADes
Kodam XV/Pattimura dan Masyarakat Tanimbar Dukung Pembangunan PSN Blok Masela
Polda Maluku Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Tegaskan Rekrutmen Berbasis Merit dan Bebas Intervensi
Imbang Lawan Maroko, “Tiga Poin Wajib” Tegas Vinicius Jr untuk Brasil
9 Dosa Kades Luhu Dibongkar di Hadapan Bupati SBB, Ratusan Warga Desak Pencopotan Segera!
Wakil Bupati Aru Resmi Lepas Kafilah MTQ XXXI Maluku 2026, Optimistis Harumkan Nama Daerah
Sidang Kode Etik Bripka Sardi Loilatu Jadi Ujian Propam Polda Maluku, Publik Menanti Putusan Atas Kasus Hilangnya Senpi Di Laala
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 18 June 2026 - 07:58 WIT

Polda Maluku Perketat Verifikasi Administrasi Calon Taruna Akpol 2026, Wujudkan Rekrutmen Presisi Berbasis Merit

Thursday, 18 June 2026 - 05:40 WIT

Ratusan Massa Adat Luhu Datangi Polres SBB, Kapolres Janji Tetapkan Tersangka dan Tahan Pelaku Korupsi ADD/DD-PADes

Wednesday, 17 June 2026 - 16:02 WIT

Kodam XV/Pattimura dan Masyarakat Tanimbar Dukung Pembangunan PSN Blok Masela

Wednesday, 17 June 2026 - 09:46 WIT

Polda Maluku Perketat Seleksi Psikologi Casis Polri, Karo SDM Tegaskan Rekrutmen Berbasis Merit dan Bebas Intervensi

Wednesday, 17 June 2026 - 09:11 WIT

Imbang Lawan Maroko, “Tiga Poin Wajib” Tegas Vinicius Jr untuk Brasil

Berita Terbaru