Infomalukunews.com,Ambon — Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mendapati kondisi beras sedikit mengecil atau berbentuk lebih kecil dari biasanya, namun Titiek memastikan kualitas beras masih terbilang bagus.
“Tadi kami cek tidak ada diatas enam bulan dan kualitasnya sedikit kecil-kecil tapi kualitasnya bagus,”Ujarnya saat meninjau Gudang Perum Bulog di Kawasan Nusaniwe, Ambon, Maluku, Jumat (9/10) sore.
Ia bilang Komisi IV melihat langsung terkait stok beras apakah cukup untuk masyarakat Maluku dan memastikan kualitas beras untuk layak konsumsi yang tersimpan di Gudang Perum Bulog Ambon. ternyata, sambung dia, selama pengecekan beras, stok beras tercukupi bahkan kualitas beras pun cukup terbilang bagus.
“Kami dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja reses ke Maluku di Ambon ini, pertama meninjau gudang Bulog yang ada di sini untuk melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk provinsi ini kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau nggak, ternyata setelah kami disini stoknya cukup banyak dan kualitasnya bagus,”ucapnya.
Titiek berkata saat melihat langsung kondisi gudang tidak mendapati stok beras lama alias tak layak konsumsi yang disimpan lebih dari enam bulan demi menjaga kesegaran, kualitas serta kelayakan pangan. [
Malahan, kata dia mereka dapati kualitas beras yang cukup bagus bahkan stok beras pun masih tercukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Maluku.
Hal ini menandakan bahwa perputaran stok beras di Provinsi Maluku berjalan baik, mulai dari penyerapan gabah petani hingga ke tingkat penyaluran di pasar. [
“Kami dari Komisi IV melakukan kunjungan kerja reses ke Maluku di Ambon ini, pertama meninjau gudang Bulog yang ada di sini untuk melihat sendiri stoknya apakah cukup untuk provinsi ini kemudian kualitas berasnya apakah bagus atau nggak,”tuturnya.
Titiek lantas mengapresiasi Perum Bulog dibawah pimpinan Ahmad Rizal terkait capaian pengadaan beras hasil panen dalam negeri telah menembus 4,11 juta ton hingga 10 Oktober 2026. Serapan ini, kata dia sudah lebih dari target yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.
Titiek berharap capaian tersebut terus dipertahankan agar Indonesia sebagai Negara yang kuat di bidang ketahanan pangan yang disebut Soeharto sebagai Stabilisator dan Dinamisator.
Di akhir sambutan, Titiek sempat mengajak pegawai perum Bulog untuk terus merawat bangunan Bulog karena merupakan warisan atau peninggalan Soeharto yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Rencana Titiek dan rombongan Komisi VI DPR RI akan melakukan kunjungan kerja alias reses selama dua hari di Ambon manise, mereka akan mengunjungi pusat konservasi satwa atau BKSDA Maluku hingga melihat kondisi Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kawasan Tantui.(IM-03)







