Infomalukunews.com,Ambon- Pemerintah Kabupaten Buru Selatan resmi mencanangkan program hilirisasi ubi kayu sebagai komoditas unggulan daerah. Pencanangan ditandai dengan penanaman perdana di lahan demplot seluas 2,5 hektare di Desa Tikbary.
Bupati Buru Selatan menegaskan, program ini bukan sekadar menanam, melainkan membangun ekosistem pertanian yang lengkap dari hulu hingga hilir.
“Pembangunan pertanian adalah sektor strategis bagi Buru Selatan. Hilirisasi ubi kayu harus mampu membangun ekosistem usaha pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi, pengelolaan pasca panen, sampai pemasaran dan pengembangan industri,” ujar Bupati dalam sambutannya, Minggu 11 Oktober 2026.
Lahan demplot di Desa Tikbary akan menjadi lokasi percontohan penerapan budidaya ubi kayu yang baik, efisien dan produktif. Program ini didukung lahan plasma milik petani seluas 3.061 hektare yang tersebar di enam kecamatan.
Bupati menilai potensi lahan yang besar ini menjadi peluang untuk menjadikan ubi kayu sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis pertanian.
Untuk mendukung produktivitas, Pemkab Bursel mendapat bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian berupa 5 unit traktor roda empat dan 50 unit hand tractor. Saat(IM-03)







